Jaksa Tahan Mantan Kades Letneo Selatan, Pakai Dana Desa untuk Pinjaman Pribadi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Tahan Mantan Kades Letneo Selatan, Pakai Dana Desa untuk Pinjaman Pribadi


NAIK MOBIL TAHANAN. Tersangka mantan Kades Letneo Selatan, Marselinus Sanan (Kenakan rompi orange) saat dibawa menuju mobil tahanan untuk ditahan di Sel Mapolres TTU, Rabu (19/5) malam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Tahan Mantan Kades Letneo Selatan, Pakai Dana Desa untuk Pinjaman Pribadi


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) di bawah kepemimpinan Roberth Jimmy Lambila terus bekerja secara maraton mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kejari setempat.

Sejak Kajari Roberth menjabat, sejumlah kepala desa di TTU yang tersandung urusan dana desa yang laporannya masuk ke Kejari TTU mendapat perhatian serius jaksa yang terkenal getol mengungkap kasus-kasus korupsi ini. Belum lama ini Kejari TTU menetapkan status tersangka sekaligus menahan oknum Kepala Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu. Kali ini tim penyidik Kejari TTU kembali menetapkan oknum mantan Kepala Desa (Kades) Letneo Selatan, Kecamatan Insana Barat, Marselinus Sanan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa.

Mantan Kades ini ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan yang dititipkan di tahanan Mapolres TTU untuk 21 hari ke depan hingga pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Sesuai data yang berhasil dihimpun TIMEX dari Kejari TTU, mantan Kades Marselinus Sanan ini disangkakan melakukan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Letneo Selatan, dimana mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 853 juta lebih sesuai laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah (Itda) TTU.

Kajari TTU, Roberth Jimy Lambila kepada TIMEX, Rabu (19/5) mengatakan, tim penyidik Kejari TTU telah merampungkan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Letneo Selatan, Kecamatan Insana Barat tahun anggaran 2017, 2018, 2019, dan 2020.

Dikatakan, tim penyidik Kejari TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga kuat mengetahui persis tentang pengelolaan dana desa di Desa Letneo Selatan selama empat tahun belakangan dimasa kepemimpinan Marselinus Sanan.

Dari hasil penyidikan tersebut, tim penyidik Kejari TTU menetapkan tersangka tunggal yakni Marselinus Sanan, dimana sesuai hasil audit Itda TTTU, sang mantan kades ini diduga melakukan penyelewengan terhadap pengelolaan dana desa untuk memperkaya diri.

“Dana desa ini kan diperuntukkan bagi masyarakat di desa namun Kepala Desa Letneo Selatan menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri,” ungkap Roberth.

Roberth menambahkan, sesuai perhitungan penyidik berdasarkan bukti-bukti yang ada, dan sesuai hasil audit Inspektorat, akibat tindakan sewenang-wenang dari mantan Kades tersebut, telah menyebabkan kerugian negara hingga mencapai Rp 853 juta lebih.

Adapun modus yang digunakan Marselinus dalam melakukan penyelewengan pengelolaan dana desa yakni melakukan pinjaman pribadi terhadap dana desa itu.

Atas perbuatannya itu, kata Roberth, penyidik Kejari saat ini masih melakukan penelusuran terhadap sejumlah aset yang dimiliki Marselinus dengan menilep dana desa untuk disita dan diamankan guna kepentingan pemulihan keuangan negara.

“Sesuai LHP Inspektorat Daerah TTU dan sejumlah bukti yang dikantongi penyidik, total kerugian negara yang timbul selama pengelolaan dana desa sejak tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020 di Desa Letneo Selatan sebanyak Rp 947 juta sehingga kita masih cari aset milik Kades untuk disita dan diamankan,” bebernya.

Terkait ancaman hukuman, kata Roberth, tersangka Marselinus dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 1, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dijelaskan, untuk Pasal 2 Ayat 1 ancaman hukumannya dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 3 itu ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

“Dari dua pasal yang disangkakan kepada tersangka itu ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara sehingga langsung dilakukan penahanan untuk 21 hari ke depan yang dititipkan di tahanan Sel Mapolres TTU,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top