Pengelolaan Dana Desa Tuamese Diduga Beraroma KKN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pengelolaan Dana Desa Tuamese Diduga Beraroma KKN


ILUSTRASI. Pengelolaan Dana Desa. (JawaPos.com)

KABAR FLOBAMORATA

Pengelolaan Dana Desa Tuamese Diduga Beraroma KKN


Sejumlah Proyek Terbangkalai, Dikerjakan Asal Jadi

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pengelolaan dana desa di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga kuat beraroma korupsi. Pasalnya terdapat sejumlah proyek pembangunan selama lima tahun berturut-turut yang bersumber dari dana desa tidak dikerjakan sampai tuntas. Bahkan terkesan asal jadi.

Rupanya dalam pengelolaan dana desa di desa tersebut pun diduga kuat tidak ada transparansi terhadap masyarakat. Hanya kepala desa bersama aparatur desa saja yang mengetahui besaran anggaran dan jenis program kegiatan yang dilaksanakan melalui dana desa.

Ironisnya lagi, yang terlibat sebagai pengelola bahkan sejumlah kegiatan yang dibiayai melalui dana desa tersebut hanyalah keluarga dari aparatur desa, sedangkan masyarakat biasa hanya sebagai penonton.

Sesuai data yang dihimpun TIMEX dari masyarakat setempat mengatakan, pengelolaan dana desa di Desa Tuamese, sejak tahun 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020 diragukan pertanggungjawabannya. Pasalnya sejumlah item kegiatan yang dibiayai melalui dana desa itu terbangkalai dan tak terurus.

Perwakilan warga Desa Tuamese, Yulius Djo kepada TIMEX, Rabu (19/5) membeberkan dugaan penyalahgunaan dalam pengelolaan anggaran di desa tersebut. Yulius menduga ada aroma korupsi dalam pengelolaan dana desa itu. Persentase realisasi sejumlah proyek fisik yang bersumber dari dana desa juga sangat rendah. Bahkan ada proyek fisik yang hingga kini belum rampung dikerjakan.

Untuk itu, masyarakat sangat berharap penegak hukum, khusunya Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU dapat mengambil langkah guna memintai pertanggungjawaban hukum dari pihak-pihak terkait.

Yulius menyebutkan, pada tahun 2016, terdapat item kegiatan peningkatan jalan Faularan-Tuamese yang dikerjakan asal jadi. Sedangkan untuk besaran anggaran yang membiayai kegiatan ini tidak diketahui oleh masyarakat lantaran pengelolaan anggaran sangat tertutup alias tidak transparan.

Hal serupa juga terjadi pada 2020, di mana terdapat kegiatan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat sebanyak 10 unit yang dibiayai melalui dana desa. Kegiatan tersebut pun belum rampung dikerjakan sampai saat ini.

Karena itu, kata Yulius, dalam waktu dekat ini perwakilan masyarakat Desa Tuamese akan segera melaporkan dugaan penyelewengan anggaran tersebut ke Kejari TTU. Ia berharap penegak hukum dapat mengambil langkah guna memintai pertanggungjawaban hukum dari pihak-pihak terkait.

“Pengelolaan dana desa selama ini sangat tertutup. Banyak kegiatan yang tidak diketahui oleh masyarakat bahkan ada beberapa fisik kegiatan yang tidak tuntas dikerjakan sampai saat ini sehingga kami akan lapor ke aparat penegak hukum untuk melirik pengelolaan dana desa di desa kami ini,” tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Tuamese belum berhasil dikonfirmasi media hingga berita ini diterbitkan. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top