BPPSDMP Kementan-Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di 3 Kabupaten | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPPSDMP Kementan-Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di 3 Kabupaten


Panitia dan peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh foto bersama usai pembukaan di Hotel Nusantara Atambua, Jumat (21/5). (FOTO: HUMAS SMK-PP)

PENDIDIKAN

BPPSDMP Kementan-Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di 3 Kabupaten


KUPANG-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berusaha meningkatkan kapasitas SDM Pertanian. Bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI, Kementan melalui SMK-PP Negeri Kupang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di tiga kabupaten, yakni Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU), Jumat (21/5/2021).

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP., sebagai penanggungjawab Bimtek sekaligus perwakilan dari BPPSDMP Kementan menyatakan tujuan bimtek ialah meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan kapasitas penyuluh dalam transfer teknologi kepada petani. “Peningkatan kapasitas ini sangatlah penting,” kata Stepanus dalam keterangan tertulis Humas SMK-PP Negeri Kupang, Jumat (21/5). “Sebab petani dan penyuluh berperan mengadakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia,” sambung Stepanus Bulu.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul yasin Limpo bahwa pengembangan SDM sangat penting untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan.

Hal senada diungkapkan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. “Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian,” jelas Dedi.

“Ketahanan Pangan harus dimulai dari daerah perbatasan seperti di Belu, Malaka, dan TTU. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan kapasitas petani dan penyuluh di daerah perbatasan tersebut,” ungkap anggota Komisi IV DPR RI, Yohanes Fransiskus Lema.

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Ansy Lema menyampaikan kepeduliannya pada daerah-daerah NTT yang masih termasuk dalam daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Ia berharap melalui pembangunan pertanian yang sinergi dan berbasis teknologi, NTT bisa lepas dari kategori tersebut.

Ajakan senada disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Belu, Aloysius Haleserens. Ia menyadari bahwa penguatan sektor pertanian di daereah 3T harus dilakukan sekarang juga untuk menjaga ketahanan pangan.
Pada acara Bimtek yang diselenggarakan di Hotel Nusantara Atambua itu disampaikan materi Peningkatan Pelayanan Penyuluhan Pertanian Kepada Petani dan Korporasi Petani. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top