Gandeng Komisi IV DPR RI, BPPSDMP Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gandeng Komisi IV DPR RI, BPPSDMP Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh di NTT


Panitia dan peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh foto bersama usai pembukaan. (FOTO: HUMAS SMK-PP)

PENDIDIKAN

Gandeng Komisi IV DPR RI, BPPSDMP Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh di NTT


KUPANG-Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian, utamanya petani milenial merupakan tonggak utama penggerak pembangunan pertanian. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot peningkatan kapasitas dan kualitas SDM Pertanian, terutama petani milenial melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh yang dilakukan di sejumlah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pengembangan SDM sangat penting, terutama untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan, khususnya gerakan pertanian maju, mandiri dan modern.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani milenial dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian. Petani utamanya petani milenial dan penyuluh berperan mengadakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis Humas SMK-PP Negeri Kupang, Jumat (21/5).

Dengan menggandeng Komisi IV DPR RI , Kementan melalui SMK PP Negeri Kupang menyelenggarakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh di sejumlah kabupaten di NTT. Tepatnya Kabupaten Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU).

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Ir. Stephanus Bulu, MP., yang juga penanggungjawab Bimtek sekaligus perwakilan BPPSDMP Kementan, menyatakan peningkatan kapasitas SDM ini sangatlah penting. “Tujuan bimtek ialah meningkatkan kesejahteraan petani utamanya petani milenial serta meningkatkan kapasitas penyuluh dalam transfer teknologi kepada petani,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan bahwa peserta Bimtek berjumlah 90 orang yang terdiri dari petani milenial dan penyuluh. Peserta diberi materi terkait peningkatan pelayanan penyuluhan pertanian kepada petani dan korporasi petani.

Bimtek itu juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Belu, Aloysius Haleserens, serta Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema. Keduanya hadir secara virtual.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari daerah perbatasan seperti di Belu, Malaka, dan TTU. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan kapasitas petani utamanya petani milenial dan penyuluh di daerah perbatasan tersebut,” ungkap anggota Komisi IV DPR RI yang sering disapa Ansy Lema ini dalam sambutannya.

Ansy menyampaikan kepeduliannya pada daerah-daerah NTT yang masih termasuk dalam daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Ia berharap melalui pembangunan pertanian yang sinergi dan berbasis teknologi, NTT bisa lepas dari kategori tersebut.

Ajakan senada disampaikan oleh Wabup Belu, Aloysius Haleserens. Ia menyadari bahwa penguatan sektor pertanian di daereah 3T harus dilakukan sekarang juga untuk menjaga ketahanan pangan. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top