Vaksinasi Covid-19 untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Baru 23 Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Baru 23 Persen


PTM TERBATAS. SMA Negeri 1 Kupang mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai Senin (17/5). Tampak para siswa dengan jumlah terbatas mengikuti mata pelajaran Seni pada Selasa (18/5) lalu dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Sekolah ini melakukan PTM terbatas setelah para guru dan siswanya menjalani surveilans sekolah bebas Covid-19 dengan tes massal oleh Lab Biokesmas NTT. Bahkan sebelumnya para guru sudah menjalani program vaksinasi. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Baru 23 Persen


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Sekolah tatap muka direncanakan dimulai Juli setelah target vaksinasi Covid-19 terhadap 5 juta guru, dosen, dan tenaga kependidikan rampung pada Juni 2021. Sayangnya, sebulan menjelang batas waktu tersebut, jumlah yang divaksin masih rendah.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengungkapkan, dari jumlah target guru, dosen, dan tenaga kependidikan peserta vaksinasi, saat ini baru 23 persen yang sudah divaksin Covid-19. Pemerintah terus berupaya mengejar cakupan vaksinasi agar bisa sesuai dengan target. ”Itu adalah suatu target. Kalau target itu tidak tercapai semuanya, ya kita harus terus mengejar secepatnya,” ujarnya saat ditemui setelah pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja seni di kantor Kemendikbudristek, Kamis (20/5).

Nadiem mengakui, ada beberapa faktor yang mengakibatkan vaksinasi kepada guru, dosen, dan tenaga kependidikan terhambat. Salah satunya, suplai vaksin Covid-19. Baik itu karena impor yang tertahan maupun negara-negara menghentikan ekspor vaksin ke luar negeri. ”Itu juga jadi kendala bagi vaksinasi guru. Tapi, guru tetap menjadi prioritas kita,” ungkapnya.

Nadiem kembali menekankan, ketika guru sudah divaksin Covid-19, sekolah wajib memberikan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) kepada siswa. Tentu kondisi Covid-19 di wilayah sekolah tersebut harus tetap dimonitor. Bila kasus tinggi sehingga area itu harus melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sekolah juga harus menghentikan PTM.

Saat ini sekitar 20 persen sekolah sudah melakukan PTM secara periodik dengan terbatas. Sebab, pembukaan sekolah itu sejatinya bukan hal baru. Sejak Januari 2021, pemerintah daerah (pemda) diberi kebebasan untuk menentukan sekolah mana saja yang bisa menyelenggarakan PTM. Yang jelas, harus sesuai dengan kondisi Covid-19 di wilayahnya dan wajib memenuhi daftar periksa yang ditentukan Kemendikbudristek. ”Ada yang dua kali seminggu, tiga kali seminggu, dan lainnya,” terang dia.

Sebelumnya, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim meminta guru dan tenaga kependidikan mendapat vaksin lengkap sebelum kembali mengajar di sekolah. Selain itu, dia meminta pemerintah daerah betul-betul memastikan daftar periksa sekolah yang akan melaksanakan PTM telah terpenuhi.

Sementar itu di NTT, khususnya di Kota Kupang, bulan ini sejumlah sekolah telah menggelar PTM secara terbatas. Ini dilakukan setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menggandeng Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokesmas) NTT melakukan surveilans sekolah bebas Covid-19 untuk mendukung PTM itu. (mia/c14/fal/JPG)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top