Ada Upaya Tutup Penyidikan DD Pakai Dukun, Kajari TTU Warning Para Kades | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ada Upaya Tutup Penyidikan DD Pakai Dukun, Kajari TTU Warning Para Kades


Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ada Upaya Tutup Penyidikan DD Pakai Dukun, Kajari TTU Warning Para Kades


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) menemukan bukti baru dalam melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Letneo Selatan selama kepemimpinan Kepala Desa (Kades), Marselinus Sanan.

Dari handphone milik tersangka, tim penyidik menemukan sang mantan kades itu berupaya menghambat atau intervensi proses penyidikan kasus yang tengah berjalan itu dengan meminta bantuan para dukun. Tak tanggung-tanggung, dukun yang diminta bantuan itu ada di empat kabupaten. Yakni TTU, Belu, Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kepala Kejaksaan Negeri Timor (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Sabtu (22/5) memberikan peringatan kepada para kades di TTU yang berusaha menggunakan dukun untuk mengintervensi proses penyelidikan terhadap sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani Kejari TTU.

BACA JUGA: Jaksa Tahan Mantan Kades Letneo Selatan, Pakai Dana Desa untuk Pinjaman Pribadi

BACA JUGA: Pengelolaan Dana Desa Tuamese Diduga Beraroma KKN

Hal ini disampaikan menyusul adanya informasi juga keterangan beberapa saksi yang menjelaskan bahwa, para kades yang tersandung kasus korupsi memanfaatkan para dukun menggunakan ilmu gaib untuk menutup proses penanganan kasus itu dan lainnya.

“Saya mendengar informasi bahkan itu ada dalam pemeriksaan saksi-saksi, ada kepala-kepala desa untuk pergi mencari dukun untuk menutup kasus ini atau seperti apalah,” ungkapnya.

Robert menegaskan bahwa, para kades atau mantan kades yang merasa diri melakukan tindak pidana penyelewengan dana desa agar tidak membuang waktu dan tenaga mencari dukun demi menutup kasus tersebut. Pasalnya, upaya para kades dan mantan kades tersebut tidak akan membuahkan hasil. Bahkan bakal sia-sia usahanya.

“Cukup cari salah sendiri dan selesaikan pekerjaan, selesaikan salah sendiri, itu obat yang paling mujarab. Dukun tidak akan berhasil kalau bertemu dengan laptop penyidik,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top