Bupati Paulina Angkat Sukarelawan Nakes Jadi TKD, Ini Respon DPRD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Paulina Angkat Sukarelawan Nakes Jadi TKD, Ini Respon DPRD


JEMPOL. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu mengangkat jempolnya saat menikmati panorama alam objek wisata Air Terjun Oefamba, di Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Minggu (23/5). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Paulina Angkat Sukarelawan Nakes Jadi TKD, Ini Respon DPRD


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu mengangkat sejumlah sukarelawan tenaga kesehatan (Nakes) menjadi Tenaga Kontrak Daerah (TKD). Jumlahnya sebanyak 102 orang. Mereka telah mengabdikan diri sebagai garda terdepan menangani Covid-19 di 11 kecamatan. Menariknya, pengangkatan ini disetujui bahkan mendapat apresiasi DPRD setempat.

Pengangkatan TKD ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap pengabdian para Nakes sukarelawan tersebut. Dimana, dalam pandemi Covid-19, merekalah yang terus berjuang membantu pemerintah daerah dalam menangani pasien yang terkonfirmasi positif.

“Sebelumnya kami (pemerintah) sudah memikirkan nasib mereka. Sehingga saat ini diakomodir menjadi TKD. Dan ini merupakan penghargaan pemerintah terhadap apa yang telah dilakukan,” kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, saat dikonfirmasi TIMEX di ruang kerjanya, Sabtu (22/5).

Menurutnya, dari jumlah tersebut, sebanyak 33 sukarelawan diantaranya sudah terakomodir terlebih dulu dalam lampiran III SK Bupati Rote Ndao, dan kemudian diusulkan untuk menambah sebanyak 69 orang.

Jumlah yang diusulkan, kata Bupati Paulina, telah mendapat persetujuan DPRD sehingga terakumulasi 102 sukarelawan Nakes diangkat menjadi TKD.

“33 kan sudah. Dan sekarang tambah lagi 69 orang, yang juga disetujui dewan. Jadi totalnya 102 sukarelawan Nakes yang diangkat jadi TKD,” kata Bupati Paulina.

Terhadap pembayaran honor/insentif para sukarewan, Bupati Paulina mengaku, awalnya dibiayai melalui dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Pemerintah Pusat. Dana tersebut, lanjut Bupati Paulina, di tahun ini sudah dihapus. Sehingga untuk mengahargai pengorbanan yang telah diberikan, para Nakes sukarelawan tersebut diangkat jadi TKD.

Masih terkait pembiayaan, Bupati Paulina mengatakan, akan dibayar menggunakan dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Unaudited Tahun Anggaran 2020. Ini telah disetujui oleh DPRD Rote Ndao belum lama ini.

“Awalnya dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Pemerintah Pusat. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi atau dihapus sehingga dari Silpa Unaudited tahun lalu,” kata Bupati Paulina, dengan menambahkan, selain TKD untuk Nakes, pemerintah juga memikirkan guru honor komite yang butuh sinergitas dari lembaga DPRD. “Selain untuk Nakes, pemerintah juga membutuhkan dukungan DPRD, agar bisa memperhatikan nasib tenaga sukarela di bidang pendidikan. Guru-guru Komite juga perlu diperhatikan,” tambahnya.

Terhadap pengangkatan TKD Nakes, Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila, mengakuinya. Alfred menyebutkan, pemerintah telah menyampaikan pengangkatan ini dalam mekanisme persidangan, begitu juga dengan dana yang akan digunakan untu membayar honor TKD tersebut.

Usulan pengangkatan tersebut, lanjut Alfred, selain disetujui juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah. Selanjutnya, ungkapan terima kasih disampaikannya, menyusul perhatian Pemerintah yang selama ini memikirkan nasib sukarelawan Nakes.

“Usulannya sudah dibahas dan disetujui dalam mekanisme persidangan. Dan kami mengapresiasi, sekaligus berterima kasih kepada pemerintah, atas kepedulian terhadap pengorbanan 69 sukarelawan Nakes yang diangkat menjadi TKD,” pungkas Alfred. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top