Kodim 1618/TTU Gelar Komsos Bersama Purnawirawan dan FKPPI | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kodim 1618/TTU Gelar Komsos Bersama Purnawirawan dan FKPPI


KOMSOS. Kasdim 1618/TTU saat memberikan materi dalam Komsos pencegahan Radikalisme dan Separatisme di aula Makodim 1618/TTU, Minggu (23/5). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kodim 1618/TTU Gelar Komsos Bersama Purnawirawan dan FKPPI


Cegah Radikalisme dan Separatisme di Daerah Perbatasan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kodim 1618/TTU menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama purnawirawan dan FKPPI di daerah itu guna mencegah radikalisme dan separatisme di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan bertema “Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme/Separatisme” ini, dihadiri Kasdim 1618/TTU, Pasi Ter Kodim 1618/TTU, Babinsa Kodim 1618/TTU, Purnawirawan TNI, anggota FKPPI TTU dan anggota Banser TTU.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, kepada TIMEX, Minggu (23/5) menjelaskan, kegiatan Komsos mencegah Radikalisme dan Separatisme yang diselenggarakan tersebut untuk menyamakan persepsi tentang radikalisme sebagai suatu paham yang harus dihindari.

Dikatakan, merujuk pada pengalaman yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Indonesia yang mana beberapa oknum yang menyebarkan paham radikalisme dan membawa dampak buruk, pihaknya berusaha untuk memberikan edukasi tentang paham-paham yang perlu dihindari.

Pasalnya, kata Roni, paham-paham radikalisme tersebut menyebabkan kerugian atau hal-hal yang bersifat merusak, baik di tengah masyarakat maupun di instansi-instansi pemerintahan. Apalagi Kabupaten TTU merupakan daerah Perbatasan yang berpotensi tinggi.

“Karena paham-paham radikal inikan pada umumnya melawan pemerintah, kemudian paham-paham radikal memberikan pengaruh kepada masyarakat hal-hal yang negatif,” ungkap Letkol Roni.

BACA JUGA: Pastikan Wilayah Binaan Bebas Covid-19, Babinsa di TTU Lakukan Hal Ini

Dandim Roni menambahkan, kegiatan Komsos pencegahan paham Radikalisme dan Separatisme tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat adat, aparat TNI, ormas dan komponen yang lain.

Untuk itu, lanjut Dandim Roni, pihaknya mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat untuk segera menginformasikan kepada aparat Babinsa atau Bhabinkamtibmas di wilayah TTU jika melihat orang-orang yang tidak dikenal dan berlagak mencurigakan.

“Semua komponen masyarakat harus memahami dampak negatif tentang paham radikalisme dan dapat mengantisipasi adanya ormas baru atau orang-orang yang tidak dikenal di lingkungan sekitar dengan melaporkan kepada pihak berwajib baik itu TNI maupun Polisi,” jelasnya.

Dandim Roni berharap, melalui kegiatan Komsos tersebut dapat terjalin komunikasi yang baik dengan semua komponen masyarakat dengan aparat Kodim 1618/TTU dan Polres TTU terkait pencegahan paham radikalisme dan separatisme.

Dengan demikian, melalui pelaksanaan kegiatan tersebut wilayah Kabupaten TTU tetap aman dan kondusif terhindar dari serangan Paham Radikalisme yang mengancam kesatuan dan persatuan antar umat beragam di Bumi Biinmaffo.

“Masyarakat TTU itu sangat cinta akan keberagaman namun kita juga tetap mengingatkan agar tetap waspada akan bahaya paham radikalisme yang mengancam kesatuan dan persatuan ini,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top