Tiga Lembaga Teken MoU dengan Bank NTT, Gubernur VBL: Bupati Hery Ciri Birokrat Entrepreneur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Lembaga Teken MoU dengan Bank NTT, Gubernur VBL: Bupati Hery Ciri Birokrat Entrepreneur


TEKEN MoU: Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Bupati Manggarai, Hery Nabit, Ketua Dekranasda Manggarai, Meldyanti Hagut Nabit, dan Rektor Unika Santo Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A, melakukan penandatanganan MoU di Kampung Ka, Ruteng, Sabtu (22/5). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Tiga Lembaga Teken MoU dengan Bank NTT, Gubernur VBL: Bupati Hery Ciri Birokrat Entrepreneur


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Tiga lembaga di Kabupaten Manggarai, yakni Pemkab Manggarai, Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, dan Dekranasda, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bank NTT, Sabtu (22/5).

Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) itu berlangsung di halaman Mbaru Gendang (Rumah Adat) Kampung Ka, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Penandatanganan MoU itu dilakuka Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Bupati Manggarai Hery Nabit, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A., dan Ketua Dekranasda Manggarai, Meldyanti Hagur Nabit. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Heri Ngabut, pimpinan DPRD Manggarai, unsur Forkopimda, Direktur Pemasaran Bank NTT, Pemimpin Bank NTT Cabang Ruteng, J. Romi D. Radjalangu.

Hadir juga staf khusus Gubernur NTT, sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT dan Pemkab Manggarai, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), sejumlah pejabat dari Bank NTT, dan masyarakat.

Acara itu juga dirangkai dengan penyerahan 4.000 karung beras berlabel Molas Lembor untuk petani di Manggarai. Juga ada penyerahan HAKI dan penyerahan Kredit Merdeka. Rombongan Gubernur tiba di kampung Ka, diterima secara adat Manggarai oleh tokoh adat setempat. Selanjutnya meninjau sejumlah hasil olahan pangan lokal dan hasil tenun bimbingan Dekranasda Manggarai.

Bupati Hery Nabit dalam kesempatan itu mengatakan, untuk urusan pariwisata, Pemkab Manggarai mengarahkan ke pariwisata budaya dan religi. Kekhasan Kota Ruteng, ibu kabupaten Manggarai, memiliki 13 kampung adat yang masih memelihara struktur dan nilai adat. Tentu disini Pemda harus mempertahankan nilai itu.

Bupati Hery menyebutkan, pemekaran Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dan Manggarai Timur (Matim) itu hanya pemekaran adminstrasi. Namun bukan mekar budaya, karena budaya dari tiga kabupaten Manggarai Raya tetap satu. Dalam kesempatan itu Bupati Hery, menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT atas kontribusinya membangun Kabupaten Manggarai.

“Saya senang dengan Pemimpin Bank NTT Cabang Ruteng. Karena setiap kali bertemu dengan saya, selalu omong bagaimana untuk bangun Manggarai. Jadi tidak pernah bicara soal bisnis Bank. Jadi saya dan wakil bupati itu ingin manggarai yang maju, adil, dan berdaya saing,” kata Bupati Hery.

Sementara Gubernur VBL mengaku bangga dan senang dengan kepemimpinan Bupati Hery dan Wakilnya Heri Ngabut. Katanya, kepempimpinan yang baik atau visioner akan ambil langkah yang termasuk tidak populer. Karena yang dilayani bukan rakyat ingin, tapi yang rakyat butuh. Kepemimpinan itu ada pada Bupati Hery.

“Saya selalu menaruh harapan, kontribusi pertumbuhan ekonomi NTT datang dari bupati-bupati yang hobi di lapangan dan berpikir inovatif. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT. Tahun ini NTT diumumkan oleh presiden masuk dalam 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi positif,” kata Gubernur VBL.

VBL juga senang karena Bupati Hery mau melakukan pinjaman dana untuk pembangunan di Manggarai. Menurut Gubernur VBL, langkah itu menunjukan ciri-ciri birokrat entrepreneur sesuai dengan amanat undang-undang. Hal itu harus dilakukan karena tidak mungkin APBD mampu membiayai seluruh kebutuhan di daerah, sehingga harus pinjam.

“Saya sarankan kepada Bupati Manggarai, kalau pinjam itu, ya pinjam di Bank NTT. Apalagi bunganya 7,5 persen dan syaratnya tidak susah. Tentu ini sangat luar biasa. Apalagi kalau APBD semua masuk giro, itu bunganya lagi menurun lagi ke 7 persen. Daripada kita pinjam ke SNI bunganya tidak jauh berbeda,” bilangnya.

Kalau Bupati Hery ambil pinjaman di Bank NTT, Lanjut Gubernur VBL, maka diyakini akan selesaikan seluruh pembangunan jalan di Manggarai. Sehingga kalau Bupati Hery mau maju sampai 20 kali, itu pasti menang. Tetapi kalau hanya duduk saja, pasti tidak jadi. Kabupaten Manggarai itu, tidak ada yang namanya lapar. Karena lebih dirahmati oleh sang ilahi.

Pemimpin Bank NTT Cabang Ruteng, Romi kepada Timex di sela-sela kegiatan menjelaskan, MoU dengan Pemda Manggarai itu terkait dengan 9 pajak daerah dan retribusi. Dengan MoU, semua pembayaran pajak dan retribusi melalui bank NTT secara digital. Disini Bank NTT mendukung Pemda Manggarai dalam raga Elektronifikasi transaksi.

Sementara MoU dengan Dekranasda Manggarai, Bank NTT akan membina para ibu-ibu yang berada dibawa Dekranasda Manggarai dalam usaha mikro. Kata Romi, apabila ada usaha yang layak dibiaya, maka Bank NTT akan memfasilitasi. Tentu yang difasilitasi oleh Bank NTT itu, terkait  pemasaran secara digital melalui prodak digital Bank NTT.

“Semua para ibu dibawa Dekranasda Manggarai yang bergerak di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kita akan fasilitasi sebagai binaan usaha mikro bank NTT. Tentu yang layak itu, usaha yang terdafatar atau yang sudah punya dasar hukum. Artinya, yang kita fasilitasi itu, harus ada usaha,” jelas Romi.

Sementara dengan Unika Santu Paulus Ruteng, Bank NTT mengembangkan kewirausahaan mahasiswa. Jadi para mahasiswa bisa berusaha melalui agen Dia Bisa Bank NTT. Kasarnya, mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk produktif dalam memanfaatkan ruang dan waktunya. Termasuk dari MoU ini mendukung konsep merdeka belajar.

“Kalau mahasiswa mempunyai proyek yang layak, Bank NTT bisa biaya. Bank NTT juga tentu akan  melakukan pendampingan kepada mahasiswa untuk mulai berwirausaha. Kalau mereka berhasil, kita biayai. Sehingga bisa menghasilkan pengusaha milinial atau di Manggarai ada petani milinial seduai dengan potensi mereka,” ujar Romi. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top