Vaksin AstraZeneca Non Batch CTMAV547 Tetap Dilanjutkan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Vaksin AstraZeneca Non Batch CTMAV547 Tetap Dilanjutkan


Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (FOTO: Dok.BNPB/JawaPos.com)

NASIONAL

Vaksin AstraZeneca Non Batch CTMAV547 Tetap Dilanjutkan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca non batch CTMAV547 akan tetap diberikan kepada masyarakat. Khususnya yang baru 1 kali menerima dosis. Hal ini demi mencapai kekebalan individu yang sempurna dengan 2 dosis.

Keputusan ini muncul di tengah isu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin AstraZeneca. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, investigasi masih terus dilakukan untuk batch CTMAV547 oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Saat ini program vaksinasi sudah menjalani tahap 3 yang diawali di Provinsi DKI Jakarta dan selanjutnya bertahap, pada bulan Juni (2021) program ini bisa dilaksanakan di kota-kota lainnya,” jelasnya baru-baru ini secara daring.

BACA JUGA: Demi Kehati-hatian, BPOM Hentikan Vaksin AstraZeneca CTMAV 547

Beberapa kota lain yang dimaksud ialah di Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Medan. Pada tahap 3 akan memprioritaskan warga lanjut usia yang merupakan kelompok rentan dari aspek sosial dan ekonomi.

Pemerintah saat ini melalui Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) masih menginvestigasi terkait adanya dugaan efek samping fatal dari vaksin AstraZaneca batch CTMAV547. Investigasi yang dilakukan ialah pengujian toksisitas dan abnormal serta sterilisasi dari vaksin tersebut.

Sedangkan efek samping vaksin tersebut yang sifatnya ringan dan sedang sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh fasilitas terdekat. Ia menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan ini akan terus ditindaklanjuti secara berjenjang di faskes terdekat, Pokja KIPI kabupaten/kota, Komda KIPI, Komnas PP KIPI hingga Subdit Imunisasi Badan POM.

“Mohon masyarakat tidak ragu melaporkan keluhan dari vaksinasi. Karena setiap laporan yang masuk akan sangat bermanfaat bagi pelaksanaan vaksinasi kedepannya di Indonesia maupun secara global,” kata Prof Wiku. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top