Gubernur Kunker di Seminari Kisol, Romo Dionisius Merasa dapat Curahan Rahmat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur Kunker di Seminari Kisol, Romo Dionisius Merasa dapat Curahan Rahmat


TANDA TANGAN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Lopo Dia Bisa Ad Lumen di Seminari Kisol, Minggu (23/5). Tampak Bupati Matim, Agas Andreas (kiri) dan Dirut Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho (kanan). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

Gubernur Kunker di Seminari Kisol, Romo Dionisius Merasa dapat Curahan Rahmat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Seminari Pius XII Kisol, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Minggu (23/5). Kunjungan Gubernur VBL itu terasa istimewa karena tepat disaat umat Katolik merayakan hari raya Pentakosta.

Ikut dalam rombongan Gubernur VBL, Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, sejumlah staf khusus Gubernur, sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, pejabat dan pegawai Bank NTT kantor pusat. Hadir pula Bupati Matim, Agas Andreas dan Wakil Bupati (Wabup) Stef Jaghur, pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Matim, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Matim, pimpinan perangkat daerah Matim, Pemimpin Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir bersama jajarannya, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat.

Di Seminari Kisol, Gubernur dan rombongan diterima langsung Preses Seminari Pius XII Kisol, Romo Dionisius Osharjo, Pr., didampingi para imam lainnya.

Dalam kunjungannya, Gubernur VBL didampingi Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho melakukan sejumlah rangkaian kegiatan dari Bank NTT. Gubernur juga meninjau usaha budidaya ikan air tawar Seminari Kisol, budidaya ternak, produksi biogas, dan peletakan batu pertama pembangunan asrama BLK Seminari. Gubernur juga bertatap muka dengan para siswa Seminari Kisol.

Romo Dionisius dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya sangat bersyukur dan bersukacita, karena pada saat merayakan hari raya Pentakosta, dimana perayaan Roh Kudus Turun ke atas para rasul dan pesta lahirnya gereja, mereka mendapat kunjungan yang sangat istimewa dari Gubernur bersama rombongan.

“Terima kasih sudah datang ke Seminari Kisol. Seperti para rasul gereja perdana, seminari ini merasa bagai mendapatkan curahan rahmat dan berkat Allah melalui kunjungan Bapak Gubernur, Bapak Dirut Bank NTT bersama rombongan pada hari ini di Seminari Kisol,” ungkap Romo Dionisius.

Romo Dionisius juga mengaku, lembaga yang ia pimpin itu merasa sangat mendapat keistimewaan karena boleh menerima orang-orang istimewa dan penting tingkat NTT dan Kabupaten Matim. Biasanya kata Romo Dionisius, kalau orang-orang yang istimewa, orang penting dan berpengaruh berkumpul di suatu tempat, akan ada banyak hal istimewa dan luar biasa terjadi di tempat itu. “Bapak Gubernur, ini bukan harapan, tetapi ini merupakan sebuah keyakinan. Apalagi kunjunganya di lembaga Seminari,” kata Romo Dionisius.

Romo Dionisius melanjutkan, sejak didirikan tahun 1955, Seminari Kisol mengelolah tiga unit kegiatan, yakni kegiatan pendidikan di sekolah, kegiatan pembinaan di asrama, dan kegiatan usaha-usaha produktif. Di unit sekolah, seminari menyelenggarakan dua jenjang pendidikan, SMP dan SMA. Jumlah siswa pada tahun ajaran ini sebanyak 537 orang.

Siswa Seminari Kisol berasal dari berbagai tempat. Mayoritas dari Kabupaten Manggarai, Mabar, dan Matim. Selebihnya ada yang dari Bajawa, Maumere, Kupang, Makassar, Surabaya, Jakarta, Bogor, Kalimantan, dan Papua.

“Semua siswa tinggal dalam asrama. Hanya dua kali dalam setahun mereka berlibur ke tengah keluarga, dan dua kali dalam setahun keluarga mengunjungi mereka di seminari. Kecuali selama pandemi Covid-19, juga sebalika siswa tidak berlibur ke keluarga,” ungkapnya.

Intinya, menurut Romo Dionisius, pihaknya mendampingi anak-anak di Seminari Kisol, agar mereka memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam. Memiliki kerohanian yang mendalam, sehat jasmani dan rohani. Memiliki sikap solider dengan sesama dan akhirnya agar mereka menjadi orang yang bijaksana.

Berkaitan dengan peresmian Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Seminari Kisol dan Bank NTT, bahwa Seminari Kisol telah menjalin kerjasama dengan bank NTT sejak 2003. Tahun-tahun terakhir kerja sama menjadi semakin sering dan semakin banyak bentuknya. Lembaga Seminari dan Bank NTT tentu sama-sama merasakan manfaat dari kerja sama itu.

Terutama kata Romo Dionisius, dalam kegiatan pelayanan terhadap masyarakat yang anak-anaknya sekolah di Seminari Kisol. Dengan peresmian PKS, maka kerja sama akan menjadi semakin kuat dan mudah-mudahan semakin memperlancar pelayanan terhadap masyarakat.

Secara lembaga, demikian Romo Dionisius, Seminari Kisol mengucapkan limpah terima kasih kepada pimpinan dan para direksi serta keluarga besar Bank NTT atas kerja sama yang terjalin selama ini. Terima kasih secara khusus juga atas bantuan sumur bor dari Bank NTT, dimana dapat melancarkan kegiatan unit usaha produktif di lembaga tersebut.

“Terima kasih juga karena Bank NTT membangun lopo “Dia Bisa” di tempat ini. Lopo ini diberi nama,  Lopo Dia Bisa Ad Lumen. Artinya menuju cahaya. Terima kasih juga bantuan sangat berharga dari Pemda Matim, yakni bangunan asrama bagi Seminari Kisol,” ucapnya.

Bupati Agas, dalam kesempatan itu mengatakan, Bank NTT mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat NTT. Tentu masyarakat juga punya tanggung jawab untuk menabung di Bank NTT. Karena ini banknya masyarakat NTT. Bupati Agas pun meminta semua masyarakat Matim untuk terus bergulir dengan mengajak masyarakat lain untuk menabung di Bank NTT.

“Hari ini kita melaksanakan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Bank NTT dan Pemda Matim. Penting juga bangun asrama ini untuk bangun solidaritas. Kita dibangun dalam suasana kebatinan yang sama. Saya juga punya rencana untuk bangun semua lembaga sekolah di Matim,” kata Bupati Agas.

Sehingga menurutnya, kegiatan kerja sama dengan Bank NTT, merupakan bagian dari pembelajaran kepada masyarakat. Tentu disini bahwa, seminari Kisol tidak saja didik untuk menjadi pastor, tapi ternyata sedikit saja yang jadi pastor. Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.

Sementara pemimpin Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, yang ditemui Timex sebelum berlangsungnya kegiatan di Kisol, menjelaskan, rangkaian kegiatan yang dilakukan di Seminari Kisol, yakni peresmian Lopo Dia Bisa oleh Gubernur VBL yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Selain itu lanjut, Nurchalis, dilakukan tanda tangan PKS pemanfaatan layanan jasa bank antara Pemkab Matim dan Bank NTT. Juga PKS pemanfaatan layanan jasa Bank antara Seminari Pius XII Kisol dengan Bank NTT. Ada launching pembayaran tagihan air minum BLUD SPAM Matim melalui teler dan mobile banking Bank NTT.

Serta kegiatan penyerahan simbolis kredit merdeka kepada 10 orang masyarakat binaan Seminari Kisol. Penyerahan simbolis dan hibah untuk asrama BLK Seminari Kisol, penyerahan simbolis CSR Bank NTT kepada Seminari Kisol untuk pembangunan sumur bor. Juga peletakan batu pertama pembangunan asama BLK Seminari Kisol. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top