Masyarakat Butuh Energi untuk Kemajuan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masyarakat Butuh Energi untuk Kemajuan


TINJAU LOKASI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama jajaran PLN meninjau langsung lokasi PLTP Mataloko, Senin (24/5). (HUMAS PLN FOR TIMEX)

Advetorial

Masyarakat Butuh Energi untuk Kemajuan


Gubernur Tinjau Lokasi Eksplorasi PLTP Mataloko

KUPANG, TIMEXKUPANG.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berkesempatan meninjau langsung lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Kunjungan Gubernur VBL ke PLTP Mataloko dilakukan Senin (24/5).

Kunjungan Gunernur NTT ini sekaligus sebagai bentuk dukungan pada pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Mataloko. Sebab, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Flores sebagai icon Geothermal Island melalui Keputusan Menteri ESDM No. 2268K/30/MEM/2017, tanggal 19 Juni 2017. Dan tercatat, ada 21 lokasi potensi panas bumi dan empat lokasi yang potensinya besar. Yakni di Ulumbu, Mataloko, Sokoria dan Atadei.

Gubernur yang akrab disapa VBL ini dalam kunjungannya itu mengatakan bahwa pemanfaatan EBT bertujuan untuk kemajuan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Karena itu maka energi sudah menjadi kebutuhan.

“Eksplorasi telah dilakukan PLN dan kami melihat potensi energi baru terbarukan yang besar terhadap masyarakat NTT khususnya di Pulau Flores. Dan di Mataloko harus dilanjutkan ke tahapan eksploitasi,” tegas VBL.

Tak hanya itu saja, di sekitar lokasi terdapat banyak sumur masyarakat. Karena itu maka masyarakat perlu mendapatkan sosialiasi yang lebih baik, terarah dan sistematis, dengan tujuan bagaimana membangun energi panas bumi yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

Karena itu, maka Bupati dan Wakil Bupati Ngada bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tim PLN yang memahami teknis pembangunan energi panas bumi akan duduk bersama untuk merencanakan pembangunan energi panas bumi ini. Semua kendala, tegas Gubernur NTT, dapat diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan para pihak.

Viktor menambahkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan energi untuk kemajuan masyarakat itu sendiri. “Perekonomian NTT akan maju apabila tersedia energi. Dan apabila tidak dikelola akan membuat diri kita miskin sendiri,” tambahnya.

Dijelaskan juga bahwa NTT memiliki sumber daya yang melimpah. Karena itu maka perlu dilakukan eksploitasi maupun kapitalisasi seluruh sumber daya yang ada.

“Saya berharap agar Bupati Ngada akan mampu meyakinkan seluruh masyarakat lewat kelembagaan yang ada di desa untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan tenaga listrik di NTT. Kebutuhan energi dunia saat ini adalah energi baru terbarukan tidak lagi energi fosil yang terus membebani kita dengan negara-negara lain yang terus berkembang pada energi baru terbarukan,” tandas Viktor

Sementara General Manajer (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat dilakukan oleh pemerintah melalui PLN. Karena itu maka PLN membangunan energi listrik baru terbarukan. Dan salah satunya ada di Mataloko.

“Kini sedang dalam proses sosialisasi dan sudah ada timeline untuk penyediaan energi listrik yang lebih baik, ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Flores khususnya masyarakat di Bajawa,” kata Agustinus Jatmiko.

Lebih lanjut, Agustinus Jatmiko mengatakan, PLN telah melakukan sosialisasi secara bertahap dan sudah disampaikan ke bupati. Dan kehadiran Gubernur NTT di lokasi kemarin di lokasi eksplorasi PLTP Mataloko akan ditindaklanjuti bersama dengan dilakukan pertemuan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar.

“Jadi, sosialisasi tidak bisa hanya sekali atau dua kali saja. Karena itu maka PLN akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Mataloko. Di Indonesia sudah banyak energi panas bumi yang dibangun dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi. Dan sangat memberdayakan dan melibatkan masyarakat dalam operasional,” GM PLN UIW NTT.

Turut dalam kunjungan tersebut, Direktur Panas Bumi EBTKE, Harris, GM PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara, Josua Simanungkalit dan Manager PLN UPK Flores , Lambok Siregar. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top