Yustinus Tanaem Ungkap Hal Ini Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Masela Bahas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Yustinus Tanaem Ungkap Hal Ini Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Masela Bahas


REKONSTRUKSI. Yustinus Tanaem atau Tinus atau YT (jongkok/kiri) saat melakukan adegan reka ulang pembunuhan terhadap korban dengan menghadirkan peran pengganti di TKP saat rekonstruksi, Selasa (25/5). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Yustinus Tanaem Ungkap Hal Ini Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Masela Bahas


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Polres Kupang dipimpin langsung Kapolres AKBP Aldinan RJH Manurung, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban Masela Judika Bahas, 18, di lokasi kejadian Tanaloko, Kelurahan Oenesu, RT 09/RW 05, Kupang Barat, Selasa (25/5).

Dalam proses rekonstruksi itu, pelaku Yustinus Tanaem alias Tinus alias YT ternyata menghabisi korban Marsela pada siang hari sekira pukul 14.00 Wita. Pelaku diduga telah menjalin hubungan asmara jarak jauh melalui media sosial facebook dengan korban.

Pelaku Yustinus di TKP kepada TIMEX mengaku sudah menjalin hubungan khusus bersama korban sejak September 2020, dan komunikasi selalu melalui kiriman messenger.

Yustinus mengaku, saat itu ia dan korban janjian untuk bertemu. Rupaya Yustinus sudah berniat untuk merenggut kegadisan korban. Hal ini dibuktikan pelaku ketika mendatangi TKP dengan berjalan kaki. Warga setempat pun tak menaruh curiga terhadap niat busuk Yustinus karena ia selalu menunjukkan sikap santun setiap betemu warga di jalan bahkan menegur warga yang ada di halaman atau emperan rumah.

“Saya baru pertama ketemu korban, dan saat itu ingin berhubungan badan tapi dia (Korban, Red) tidak mau lalu saya bunuh,” kata Yustinus saat berada di atas mobil. “Saya juga sering masuk ke wilayah ini dengan jalan kaki,” ujarnya.

Sementara Ketua RT 09/RW 05, Kelurahan Oenesu, Maksem Solu kepada polisi mengaku sering melihat pelaku hilir mudik di wilayah itu. Setiap berpapasan dengan warga, pelaku mengaku baru dari rumah kakaknya.

“Saya liat muka baru kita kenal, ternyata dia sering jalan kaki-ke sini. Saya dan warga di sini juga sering melihat pelaku keluar masuk di lingkungan tersebut, namun kita tidak curiga dengan pelaku,” katanya.

Pelaku, lanjut Maksem, sering menegur warga sekitar ketika hendak masuk ke lokasi tersebut. Karena menghargai warga sekitar sehingga pihaknya tidak merasa curiga. “Kami sering liat bahkan anak-anak sering liat melintasi jalan ini kemudian sampai ke lahan pertanian warga,” ujarnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top