Saksikan Gerhana Bulan Hari Ini, Warga NTT Bisa Pantau Mulai Pukul 17.44 Wita | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Saksikan Gerhana Bulan Hari Ini, Warga NTT Bisa Pantau Mulai Pukul 17.44 Wita


SUPER BLOOD MOON. Fase Gerhana Bulan Total yang terjadi hari ini. (GRAFIS: BMKG)

NASIONAL

Saksikan Gerhana Bulan Hari Ini, Warga NTT Bisa Pantau Mulai Pukul 17.44 Wita


Warga Pesisir Waspadai Gelombang Pasang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gerhana bulan total atau Super Blood Moon akan terjadi pada hari ini, Rabu (26/5). Stasiun Geofisika BMKG Kupang akan melakukan pengamatan gerhana bulan di Kompleks Kantor BMKG Stasiun Geofisika, Jl. Cak Doko, Kelurahan Merdeka, mulai pukul 16.00 Wita.

“Kami akan melakukan pengamatan gerhana bulan mulai jam 16.00 Wita dari Kantor Stageof (Stasiun Geofisika, Red) di Jl. Cak Doko,” ungkap Tri Umaryadi Wibowo, dari BMKG Stasiun Geofisika kepada TIMEX, Rabu (26/5).

Dijelaskan, gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya sinar Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan, dilihat dari Bumi. Di Provinsi NTT, warga bisa menyaksikan proses atau fasenya berupa gerhana bulan sebagian yang diperkirakan mulai pada pukul 17.44.38 Wita. Lalu masuk gerhana bulan total pada pukul 19.09.21 Wita. Fase puncak gerhana bulan terjadi pukul pada 19.18.43 Wita, dan fase (P4) gerhana bulan berakhir pukul 21.51.14 Wita.

Sementara itu, Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono sebagaiman dikutip dari laman resmi BMKG menyebutkan, gerhana bulan merupakan salah satu peristiwa akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Dikatakan, Gerhana Bulan Total (GBT) terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra Bumi, yang berakibat, saat puncak gerhana bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah (terkenal dengan istilah Blood Moon).

Karena posisi Bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon. “Sehingga, Gerhana Bulan Total tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee (Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi),” jelas Rahmat.

Berikut ini Fase-fase (proses) Gerhana Bulan Total yang akan terjadi tanggal 26 Mei 2021 adalah:

1. Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.

2. Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat menyaksikan kejadian ini.

3. Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

4. Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

5. Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.

6. Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

7. Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

“Seluruh proses gerhana, sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik. Sedangkan proses gerhana totalnya, sejak awal fase total (U2), puncak total hingga akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik,” beber Rahmat.

Rahmat mengatakan, gerhana bulan total ini dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana.

Pada puncak gerhananya, demikian Rahmat, di sebagian besar wilayah Indonesia posisi Bulan dekat dengan horizon di bagian Timur sehingga memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana ini dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis. “Masyarakat yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) perlu mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya,” pesan Rahmat. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top