Penderita DBD di TTU Capai 47 Kasus, 1 Meninggal, Kadis Kesehatan Akui Lamban Penanganan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penderita DBD di TTU Capai 47 Kasus, 1 Meninggal, Kadis Kesehatan Akui Lamban Penanganan


Kadis Kesehatan TTU, Thomas Laka. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Penderita DBD di TTU Capai 47 Kasus, 1 Meninggal, Kadis Kesehatan Akui Lamban Penanganan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Jumlah pasien deman berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus meningkat. Tercatat seorang meninggal dunia dari total 47 kasus DBD yang terjadi di daerah tersebut. Tingginya kasus DBD tersebut disebabkan oleh lambannya penanganan dari Dinas Kesehatan setempat. Alhasil, hingga kini terdapat seratus lebih pasien yang dicurigai memiliki gejala DBD, dan sementara menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan di TTU.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan TTU, Thomas Laka kepada TIMEX, di Kefamenanu, Kamis (27/5) mengatakan, kasus DBD di TTU terus meningkat dan terjadi secara sporadis serta menyebar di seluruh kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

Thomas menyebutkan, awalnya terdapat 9 kasus, dan terus meningkat secara signifsikan menjadi 47 kasus hingga saat ini. Bahkan sudah ada korban yang meninggal dunia. “Kasus DBD di TTU sudah 47 kasus, dan yang dinyatakan meninggal dunia satu pasien,” beber Thomas Laka yang menyebutkan, korban meninggal dunia itu ada di Kelurahan Benpasi. “Kematian pasien tersebut lantaran lambannya penanganan medis dan terlambat dirujuk ke rumah sakit,” tambahnya.

Merespon persoalan tersebut, kata Thomas, pihak Dinas Kesehatan TTU telah melakukan fogging pada lingkungan sekitar rumah pasien, di mana terjadi kasus kematian dan pasien DBD lain serta beberapa wilayah di TTU. Selain itu, Dinas Kesehatan TTU juga terus melakukan penyuluhan terkait DBD dan Covid-18 secara masif di setiap Puskesmas di seluruh wilayah itu.

“Kita juga upayakan penyuluhan keliling bersama dengan Danramil, Kapolsek, Pak Camat, dan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mereka dapat menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.

Selain itu juga, kata Thomas, upaya pencegahan lainnya yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk memutus rantai penyebaran DBD yakni dengan membagikan antiseptik kepada masyarakat. Thomas berharap, masyarakat dapat menjaga dan meningkatkan pola hidup sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit DBD maupun penyakit menular lainnya. “Kita sudah berupaya semaksimal mungkin dan sekarang tergantung masyarakat saja apakah ingin merubah pola hidup atau tidak karena di kasus DBD ini terjadi akibat perilaku hidup,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top