Puluhan Pasien Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis di RST Wira Sakti | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Puluhan Pasien Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis di RST Wira Sakti


OPERASI. Suasana pelayanan kepada pasien operasi bibir sumbing yang digelar di RST Wira Sakti Kupang, Kamis (27/5). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Puluhan Pasien Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis di RST Wira Sakti


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Jumlah peminat oprasi bibir sumbing Tahun 2021 sangat tinggi. Hal tersebut diketahui melalui proses pendaftaran oprasi bibir sumbing yang digelar Korem 161/Wira Sakti di Rumah Sakit Tentara (RST) Wirasakti Kupang, yang mana mencapai 32 orang.

Pelayanan operasi ini tidak memungut biaya atau gratis dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Kodam IX/Udayana tahun 2021. Target yang ingin dicapai sebanyak 50 orang pasien dalam rentan waktu 4 hari terhitung tanggal 27 – 30 Mei 2021.

Hari pertama terdapat 32 orang yang mendaftar menjadi pasien pada operasi bibir sumbing itu, namun sesuai skrining, satu orang tidak memunuhi syarat atau penyakit bawaan. “Jadi hanya 31 orang saja yang dioprasi. Target yang ingin di capai 40 sampai 50 orang. Malam ini (Kemarin, 27/5) rencana operasi 10 pasien,” sebut Kondibus Oni, Wakil Kepala RST Wira Sakti Kupang.

Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Legowo W. R. Jatmiko pada kesempatan pembukaan kegiatan operasi bibir sumbing gratis tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang merespon kegiatan untuk mendaftarkan diri.

Dikatakan, pelaksanaan operasi tersebut berlangsung lebih kurang empat hari dan tidak saja berlaku untuk warga Kota Kupang namun untuk semua warga NTT.

“Apabila ke depan ada pasien tambahan maka lebih bagus lagi, dan dokternya harus siap karena operasi bibir sumbing adalah bhakti sosial yang menjadi kewajiban kita semua untuk membantu masyarakat NTT. Sehingga masyarakat dapat sehat dan lebih mensejahterakan masyarakat,” katanya Brigjen Legowo.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak ada batasan waktu pendaftaran dan apabila tiga hari dibuka namun masih ada penambahan pasien yang mendaftarkan diri lagi maka bisa berkembang dan bertambah lagi operasinya melalui bhakti kemanusiaan.

Brigjen Legowo mengatakan, operasi bibir sumbing ini dilakukan karena kesehatan itu merupakan keseluruhan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan manusia dikatakan normal itu salah satunya bibirnya normal. Kalau bibir sumbing ini kan tidak normal sehingga kewajiban para dokter ini untuk memperbaiki apa yang ada di bibir.

“Kita sampaikan terima kasih sekali lagi kepada para orangtua dan masyarakat umum atas atensinya ini. Kepada masyarakat lain belum mengetahui pelayanan ini diharapkan agar saling menginformasikan untuk bisa mendapatkan pelayanan di sini,” sebutnya.

Sementara itu, dr. Arviansyah, spesialis bedah plastik dari Yayasan Sekar Lintas Nusantara, dan Smile Train yang sekaligus Ketua Tim Operasi menerangkan bahwa operasi dilakukan terhadap kepada pasien bibir sumbing dan langit-langit pasien, yang mana tidak ada batasan bagi para pasien yang dioperasi.

“Jadi untuk pasien-pasien yang kami operasi ini semuanya adalah pasien bibir sumbing dan celah langit-langit mulut, dan semuanya dapat dikerjakan. Untuk usianya dari usia tiga bulan sampai dewasa karena yang kami kerjakan ada yang usianya 46 tahun, anak-anak ada. Jadi untuk operasi bibir sumbing ini, sangat penting,” jelasnya.

Untuk operasi bibir sumbing dan operasi langit-langit dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dan membantu masyarakat. “Jadi kalau anak-anak masih bayi, kita itu kepentingannya di dalam proses asupan nutrisi, karena kalau bibirnya sumbing akan sulit menyedot ASI, dan untuk makan juga akan tergangu. Jadi akan menyebabkan kekurangan gizi, jadi kalau bibirnya sudah utuh dan otot-otot bibirnya sudah tersambung maka bisa mengonsumsi makanan dengan baik,” sebutnya.

Dutambahkan, operasi langit-langit terhadap pasien juga dilakukan dengan tujuan agar pasiennya setelah dioperasi bisa berbicara atau berkomunikasi dengan baik.

“Kalau untuk langit-langit utamanya adalah untuk bicara, jadi kalau langit-langit pada mulutnya tidak menutup atau ada celah maka suaranya akan sengau dan menyebabkan anak tersebut tidak percaya diri dalam berbicara. Dampaknya si anak akan terkucilkan oleh teman-temannya,” tambah dr. Arviansyah.

Dokter Arviansyah mengaku, pihaknya menggelar aksi sosial operasi bibir sumbing di Kupang karena kasus di NTT masih cukup tinggi. “Tapi memang untuk di NTT layanan bibir sumbing ini masih sangat sedikit untuk melakukan operasi ini, jadi memang untuk itu kami memilih di sini, di Kota Kupang,” tambah dia.

Mengenai kriteria pasien yang akan dioperasi, menurut dr. Arviansyah, salah satunya adalah si anak atau pasien mengalami bibir sumbing. “Untuk persyaratan kalau bibir sumbing untuk anak-anak usianya minimal 3 bulan dan berat bandannya harus 10 kg, dan dari pemeriksaan darah, darah merahnya harus 10,” sebutnya.

Hingga berita ini di publish, sudah sejumlah pasien yang sukses menjalani operasi. “Harapan saya dari pasien-pasien yang dioperasi ini, bisa lancar dan tidak ada komplikasi serta bisa memberikan manfaat bagi warga di NTT dan sekitarnya,” tutup dr. Arviansyah. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top