Pegawai THL Nonaktif Ikut Pelatihan Kecantikan, Begini Kata Kadis Nakertrans | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pegawai THL Nonaktif Ikut Pelatihan Kecantikan, Begini Kata Kadis Nakertrans


Kadis Nakertrans Matim, Fridus Jahang didampingi Kepala LPKS Nataly, Marna, memantau pelaksanaan pelatikan tata rias kecantikan, Jumat (28/5). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pegawai THL Nonaktif Ikut Pelatihan Kecantikan, Begini Kata Kadis Nakertrans


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 16 orang pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) yang dinonaktifkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim), mengikuti pelatihan wirausaha bidang kecantikan, Jumat (28/5). Peluang usaha ini cukup menjanjikan karena tren perkembangannya sangat positif.

Kegiatan pelatihan berlangsung di Lembaga Pelatihan Keterampilan Swasta (LPKS) Nataly-Borong, Kampung Baru, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Matim. Para peserta dibimbing tiga instruktur dari LPKS Nataly, dan dibiayai Pemkab Matim melalui Dinas Nakertrans. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, Kamis (27/5) hingga Sabtu (29/5).

Kegiatan pelatihan itu dipantau langsung Kepala Dinas (Kadis) Nakertrans, Fridus Jahang, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja, Petrus Paulus Jadu, serta sejumlah staf dari Dinas Nakertrans.

“Dalam pelatihan ini, ke-16 orang peserta dibagi dalam tiga kelompok. Mereka semua dilatih cara tata rias wajah, perawatan rambut, dan facial atau rias wajah,” jelas instruktur sekaligus Kepala LPKS Nataly, Marna, kepada TIMEX di sela-sela kegiatan pelatihan, Jumat (28/5).

Menurut Marna, pesertanya begitu antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga dia sangat berharap langkah kecil dari kegiatan ini, dapat menjadi peluang usaha yang positif dan menjanjikan bagi para peserta. “Kita berharap, mereka bisa membuka salon kecantikan di wilayah desa masing-masing sehingga dapat menjadi sumber penghasilan dan menambah pendapatan keluarga,” harap Marna.

Harapan lain, lanjut Marna, para peserta ini ikut mengambil bagian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam industri kecantikan. Dalam pelatihan itu, pihak LPKS Nataly tidak sekadar bagaimana cara merias kecantikan saja, tapi juga mengajarkan bagaimana cara membuka peluang usaha di bidang kecantikan.

“Kita tidak hanya melatih soal tata rias kecantikan, tapi peserta kami dorong untuk bisa mengembangkan potensi diri biar lebih berdaya dan bermanfaat. Tujuanya, peserta dapat mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan dalam hal kecantikan. Dengan pelatihan ini, mereka memiliki bekal dalam berwirausaha,” kata Marna seraya menambahkan setelah selesai kegiatan pelatihan, semua peserta mendapat sertifikat dan souvenir dari LPKS Nataly.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemda Matim dalam hal ini Dinas Nakertrans, atas kerja samanya dengan LPKS Nataly. Tentu kami siap untuk mendampingi peserta, mana kala ada peserta yang mau membuka usaha salon kecantikan,” bilang Marna.

BACA JUGA: THL Wajib Ikut Pelatihan, Kadis Nakertrans: 15 Orang Minat Usaha Las

BACA JUGA: Pemkab Matim Modali 333 THL yang Dirumahkan, Sekda Boni Minta Maaf

Sementara Kadis Nakertrans, Fridus Jahang, kepada TIMEX menjelaskan, semua peserta yang ikut pelatihan itu adalah mereka yang pernah menjadi pegawai THL di Matim. Mulai tahun 2021, mereka tidak diakomodir lagi. Namun Pemda tidak melepas begitu saja, tetapi membekali dengan ketrampilan dan modal usaha.

Fridus berharap, para peserta setelah mengikuti pelatihan bisa mengembangkan usaha yang akan digelutinya karena Pemkab Matim melalui Dinas Nakertrans memberi pelatihan. Dimana untuk yang bergelut di usaha tata rias kecantikan ada sebanyak 16 orang. Kegiatan pelatihanya dilaksanakan di LPKS Nataly.

Selain itu, lanjut Fridus, ada tiga orang yang bergerak untuk usaha pangkas rambut. Dimana ke-3 orang itu, pelatihan belangsung di Salon Ombeng, Borong. Sementara untuk calon wirausaha bidang lain, kegiatan pelatihanya berlangsung di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Seminari Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba.

“Soal modal usaha itu ada DPA Dinas Perindagkop Matim. Kami dari Nakertrans, tugasnya memberi pelatihan bagi para pegawai THL yang dirumahkan ini, agar bisa bermandiri dan menciptakan lapangan kerja. Tujuanya, berdaya guna dan berhasil guna untuk mereka sendiri,” jelas Kadis Fridus.

Dia juga melihat usaha yang bergerak dalam tata rias kecantikan, mempunyai peluang besar di Kabupaten Matim. Sehingga besar harapan Kadis Fridus, peserta  pulang dari pelatihan dan bisa menjadi wirausaha. Niat Dinas Nakertrans, pelatihan ini tidak sekedar formalitas.

“Usaha yang bergerak di bidang kecantikan seperti ini, mempunyai peluang sangat besar. Lihat saja di Matim, jumlah yang buka salon kecantikan bisa dihitung dengan jari. Apalagi perkembangan jumlah penduduk di Matim bertambah. Pasti tidak sedikit yang selalu berurusan dengan hal penampilan,” katanya.

Kadis Fridus menambahkan, pelatihan bagi peserta yang bergelut di kewirausahaan, merupakan kegiatan terakhir. Dimana pelatihan yang berbasis kewirausahaan, total pesertanya sebanyak 71 orang. Termasuk 16 orang di bidang tata rias kecantikan. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top