Tiga Kali Pemkab Matim Raih WTP, Kepala BPK Pesan Jaga 3 Hal Dasar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Kali Pemkab Matim Raih WTP, Kepala BPK Pesan Jaga 3 Hal Dasar


WTP KETIGA. Bupati Matim, Agas Andreas saat menerima LHP LKPD tahun 2020 dari Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi NTT, Adi Sudibyo di kantor BPK RI di Kupang, Jumat (28/5). Pemkab Matim meraih opini WTP untuk ketiga kalinya selama Bupati Agas memimpin daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai itu. (FOTO: Prokopim Setda Matim for TIMEX)

PEMERINTAHAN

Tiga Kali Pemkab Matim Raih WTP, Kepala BPK Pesan Jaga 3 Hal Dasar


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2020. Menariknya, raihan ini merupakan kali ketiga Pemkab Matim mendapat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kali ketiga Matim mendapatkan opini WTP. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi NTT, Bapak Adi Sudibyo dan diterima oleh Bupati Matim, Agas Andreas,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Matim, Jefri Haryanto, melalui keterangan tertulis yang diterima TIMEX, Jumat (28/5) malam.

Jefri menyebutkan, penyerahan LHP LKPD tahun 2020 oleh Kepala BPK RI Perwakilan NTT kepada Pemkab Matim, yang diterima Bupati Agas berlangsung di kantor BPK RI Perwakilan NTT, Kupang, Jumat (28/5).

Hadir saat penyerahan itu, Kepala Sub Auditorat NTT III, Fransiskus  X. Harjoyo, Korwas Bidang APD BPK Perwakilan NTT, Didit Eko Suparyanto, Wakil Bupati Matim, Jaghur Stefanus, dan Wakil Ketua I DPRD Matim, Damu Damianus. Hadir pula Kepala Badan Keuangan Matim, Abdulah, Inspektur Matim, Remigius Gonsa Tombor, Sekertaris Badan Keuangan Matim, Frederikus Ndendong.

Dalam acara itu, demikian Jefri, BPK menyerahkan buku opini BPK dan LKPD serta buku yang berisi hal-hal yang harus diperhatikan dan segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Matim.

Bupati Agas menyatakan, penghargaan tersebut menggenapi capaian sebelumnya menjadi opini WTP yang ketiga kalinya. Bupati pun meminta kepada seluruh jajaran Pemkab Matim terus bekerja keras untuk dapat memperbaiki kekurangan. Bupati Agas berharap, opini WTP dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

BACA JUGA: Matim Sukses Pertahankan Opini WTP, Ada Catatan Khusus untuk Dinkes

“Tentu dipertahankan dengan penilaian yang terus meningkat. Saya pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh OPD. Kemudian lembaga DPRD, dan tentu BPK RI Perwakilan NTT, yang telah terus-menerus melakukan asistensi juga bimbingan. Sehingga tata kelola pengelolaan keuangan Pemda Kabupaten Matim sudah dinilai cukup baik,” tuturnya.

Lanjut Jefri, dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD Matim, Damu Damian mengatakan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan unsur eksekutif pemerintahan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

”Kita harus bersama-sama agar opini WTP tetap dipertahankan. Juga dalam hal pengelolaan dapat semakin akuntabel, transparan, dan semakin profesional, demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Matim,” kutip Jefri.

Sementara Kepala BPK RI Perwakilan NTT, Adi Sudibyo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, setiap tahun kepala daerah harus menyusun laporan pertanggungjawabannya. Seperti dalam Peraturan Perundang-Undangan, yaitu dalam bentuk laporan keuangan, yang mana sebelum disampaikan ke DPRD akan dilakukan pemeriksaan oleh BPK terlebih dahulu.

Sudibyo menambahkan bahwa tugas BPK itu melakukan pemeriksaan keuangan. Dimana  pemeriksaan itu dengan tujuan tertentu, serta pemeriksaan kinerja. Khusus pemeriksaan keuangan, opini BPK didasarkan pada empat kriteria penilaian, yaitu kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah.

Selain itu kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal. Lebih lanjut Sudibyo menjelaskan, seluruh prosedur pemeriksaan telah berjalan lancar dengan tetap mengutamakan tiga dasar dari BPK. “Dasar yang dimaksudkan itu seperti menjaga integritas, independensi, dan profesionalitas kerja,” pesan Adi Sudibyo sebagaimana dikutip Jefri. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top