Usai Dilantik Langsung Berhentikan, 4 Kades Terpilih Diganti Penjabat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usai Dilantik Langsung Berhentikan, 4 Kades Terpilih Diganti Penjabat


SEMATKAN LAMBANG GARUDA. Camat Rote Barat Daya, Adrianus Bessie menyematkan tanda lambang garuda, setelah melantik tiga penjabat Kades di wilayah Kecamatanya, Jumat (28/5). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Usai Dilantik Langsung Berhentikan, 4 Kades Terpilih Diganti Penjabat


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pelantikan empat kepala desa (Kades) terpilih di Kabupaten Rote Ndao yang sebelumnya tertunda, akhirnya terlaksana Jumat (28/5). Sayangnya, setelah dilantik, keempat kades
hasil pemilihan serentak ini langsung diberhentikan. Pemkab Rote Ndao langsung mengangkat Penjabat (Pj) Kades.

Keempat kades tersebut adalah Jeki Darius Seni, Kades terpilih Tesabela, Kecamatan Pantai Baru. Ia diganti oleh Bernabas Tade sebagai penjabat. Berikut Julius Elimanafe, yang diganti Mesak Nggii sebagai Penjabat Kades Tolama, Kecamatan Loaholu.

Kemudian dua kades lainnya, di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya, yakni, Dance M. Nggebu, Kades Lentera yang diberhentikan dan mengangkat Hendrik Haning sebagai Penjabat Kades, dan Yapi G. Tandu, diganti Joni Mesah sebagai Penjabat Kades Meoain.

Prosesi pelaksanaan acara pelantikan tersebut dilakukan secara terpisah. Untuk tiga kades, selain Desa Tesabela, dilakukan di Kantor Bupati Rote Ndao. Prosesi pelantikan Kades Tolama dilakukan di lantai satu Kantor Bupati. Sedangkan dua lainnya, dilakukan di ruang Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP), yang pelantikanya dilakukan masing-masing camat.

Sebagaimana terpantau TIMEX, Jumat (28/5), di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Rote Ndao, Camat Pantai Baru, Buce Daik, usai melantik Kades Tesabela, Jeki Darius Seni, sejam kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah terhadap Barnabas Tade, yang diangkat sebagai Penjabat Kades Tesabela.

Jeki, Julius, Dance dan Yapi, harus berlapang dada menerima kenyataan ini. Sebab, harapan untuk memegang tampuk kepemimpinan desa setelah dikukuhkan sebagai kades definitif, harus pupus, lantaran masih tersandung persoalan yang hingga kini belum diselesaikan.

Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames M. K. Therik, yang dikonfirmasi TIMEX, Jumat (28/5) di ruang kerjanya, membenarkan pemberhentian tersebut. Yames menyebutkan, pemberhentian itu bersifat sementara. “Ia benar. Mereka dilantik, setelah itu diberhentikan. Tapi pemberhentianya sementara,” kata Yames.

BACA JUGA: Tunggu Rekomendasi Inspektorat, Dinas PMD Rote Ndao Jadwal Ulang Pelantikan 4 Kades

Menurutnya, pemberhentian sementara kepada empat Kades tersebut, dilakukan berdasarkan amanat Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 42 Tahun 2020 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa. Dimana pada pasal 14 dan 15, pemberhentian sementara dapat dilakukan setelah mengantongi cukup bukti melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat.

“Pemberhentian sementara itu dilakukan dengan memperhatikan informasi staf Inspektur Kabupaten Rote Ndao,” kata Yames, dengan menyebutkan tanggal dan nomor serta hal dari surat yang memuat informasi staf tersebut.

“Tentang penyampaian informasi terkait penyelesaian masalah sesuai laporan pengaduan masyarakat pada Desa Tesabela, Tolama, Meoain, dan Lentera. Nomornya: 700/111/Inspekt/1.3, tanggal 3 Maret 2021,” tandasnya.

Terpisah, Kades Tesabela, Jeki Darius Seni, satu dari empat Kades yang diberhentikan mengaku adanya sejumlah temuan yang dilakukanya. Dimana, temuan tersebut, oleh Inspektorat, kata Jeni, senilai belasan juta, terhadap pengelolaan keuangan Desa Tesabela, selama dua tahun berturut-turut. “Memang ada temuan selama dua tahun, yakni tahun 2019 dan 2020,” kata Jeki Darius Seni, yang dikonfirmasi TIMEX, saat dirinya dilantik.

Nilai temuan tersebut, kata Jeki, masing-masing Rp 5 juta lebih di tahun 2019. Begitu juga di tahun 2020. Namun, semuanya, lanjut Jeki, sudah disetorkan, sebagai nilai temuan. Sehingga, terhadap pemberhentian dirinya setelah dilantik, Jeki, yang mengaku belum tahu penyebabnya, dia juga menghargai proses yang dialami.

“Saya juga tidak tahu. Tapi bagaimanapun kita harus hargai ini. Karena biar bagaimanapun ada tahapan yang harus dilewati,” kata Jeki.

Untuk diketahui, selain melantik penjabat pengganti kades yang diberhentikan, juga dilakukan pelantikan terhadap beberapa penjabat Kades karena berakhir masa jabatanya. Penjabat Kades yang dilantik untuk memimpin Desa, Batulilok, di Kecamatan Pantai Baru, dan Oetefu di Rote Barat Daya.

Dan untuk pelantikan Kades dan Penjabat Kades dari Kecamatan Rote Barat Daya, dilakukan oleh Camat, Adrianus Bessie. Dengan proses pelantikanya dilaksanakan dengan ketat menerapkan protokol kesehatan. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top