Warga Tolak Pengeboran Panas Bumi Mataloko, Bupati Ngada Minta Ahli Yakinkan Masyarakat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Tolak Pengeboran Panas Bumi Mataloko, Bupati Ngada Minta Ahli Yakinkan Masyarakat


SOSIALISASI. Suasana sosialisasi Pengembangan PLTPB bertempat di aula Hotel Virgo, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada. Jumat (28/5). (FOTO: SAVER BHULA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga Tolak Pengeboran Panas Bumi Mataloko, Bupati Ngada Minta Ahli Yakinkan Masyarakat


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Pertemuan sosialisasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada kembali di gelar untuk kali ketiga. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Virgo, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat (28/5).

Sebelumnya, rencana sosialisasi dilaksanakan di aula Kantor Desa Rabata, Kecamatan Golewa pada 5 Januari 2021. Namun sosialisasi itu batal karena adanya penolakan masyarakat Radabata dan sekitarnya. Saat itu juga tidak melibatkan pihak pemerintah daerah maupun DPRD Ngada. Penolakan masyarakat itu berlanjut dua bulan kemudian melalui surat penyataan sikap yang disampaikan Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) pada 8 Maret 2021 bertepatan dengan pertemuan yang berlangsung di aula Sekda Ngada.

Kali ini, dalam pertemuan sosialisasi ketiga, pihak PLN sebagai pelaksana melibatkan unsur/elemen masyarakat, Pemeritah Daerah (Pemda), pihak PLN, serta tokoh agama, tokoh agama, dan desa. Penolakan masyarakat ini terus berlangsung hingga digelar pertemuan sosialisasi pada 22 April 2021 yang dikoodinasi pihak Pemkab Ngada melalui Asisten II dan Camat Golewa yang memfasilitas pertemuan itu di aula Kantor Camat Golewa.

BACA JUGA: Pastor Paroki KKN Were Tolak Pengeboran Panas Bumi, Begini Respon PLN

BACA JUGA: Wagub Dorong Pengembangan Energi Terbarukan di NTT

Meski sudah dilakukan beberapa pertemuan, masyarakat tetap kukuh menolak sehingga pertemuan kembali digelar Jumat (28/5). Menariknya, pertemuan sosialisasi itu hadir langsung Bupati Ngada, Ahli Geologi, Penasihat Senior Kantor Staf Kepresidenan, Pihak PLN, Tokoh Agama, Tokoh Muda Peduli Lingkungan dan masyarakat.

Bupati Ngada, Andreas Paru dalam arahannya mengatakan bahwa pertemuan kali ini bertujuan mendengarkan penjelasan-penjelasan ahli. Bupati Andreas juga meminta para ahli agar menjelaskan secara benar agar masyarakat memahami tentang panas bumi, baik itu efek panas bumi maupun dampak panas bumi. “Sehingga pada akhirnya kita bisa memahami,” kata Bupati Andreas.

“Mungkin selama ini masih dengar sepotong-sepotong, mendengar belum menyeluruh dan utuh. Sehingga berdampak pengambilan keputusan yang tidak berdasarkan penjelasan dan pada akhirnya terjadi penolakan,” kata Bupati Andreas.

Bupati Andreas mengajak semua pihak untuk bersama-sama membicarakan masalah ini. “Setelah kita mendengar semua penjelasan, kami dari Pemerintah mengharapkan adanya jalan keluar, ada penyelesaian,” harapnya. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top