1.420 Nelayan Rote Ndao Miliki Kusuka, 132 Kapal Kantongi Pas Kecil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

1.420 Nelayan Rote Ndao Miliki Kusuka, 132 Kapal Kantongi Pas Kecil


Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Rote Ndao, Jusuf B. Messakh, memberi keterangan terkait jumlah nelayan penerima kartu Kusuka, saat dikonfirmasi TIMEX, di ruang kerjanya, Sabtu (29/5). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

1.420 Nelayan Rote Ndao Miliki Kusuka, 132 Kapal Kantongi Pas Kecil


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 1.420 nelayan di Kabupaten Rote Ndao telah memiliki Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Begitu juga dengan Pas Kecil sebagai surat kebangsaan kapal, yang sesuai data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao, sudah dimiliki oleh 132 dari 721 pemilik kapal.

“Hingga saat ini, 1.420 nelayan sudah memiliki kartu Kusuka dari 2.810 total nelayan di Rote Ndao,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rote Ndao, Jusuf B. Messakh saat dikonfirmasi TIMEX, di ruang kerjanya, Sabtu (29/5).

Menurutnya, jumlah nelayan yang didata pihaknya berdasarkan data Kepala Keluarga (KK), dimana secara keseluruhan ada 2.810 KK yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

Dengan demikian, kata Jusuf, pihaknya sementara merampungkan data nelayan yang belum memiliki Kusuka yang berjumlah 1.390 KK atau 49,46 persen untuk diusulkan. “Masih sisa 1.390 yang akan diusulkan. Dan saat ini sementara dirampung agar bisa diusulkan,” kata Yusuf, dengan mengatakan, dari semua wilayah kecamatan di Rote Ndao, hanya Rote Selatan yang belum memasukan data nelayan penerima Kusuka. “Semua Kecamatan sudah. Hanya Rote Selatan yang belum masuk. Sementara data kami ada 90 nelayan di sana,” tandasnya.

Jusuf merincikan, dari jumlah nelayan yang sudah memiliki Kusuka, jumlah terbanyak ada di Kecamatan Ndao Nuse, yakni sebanyak 605 KK, kemudian Kecamatan Pantai Baru dengan 430 KK yang sudah miliki Kusuka.

Selanjutnya, sebanyak 390 KK nelayan di Kecamatan Rote Barat Daya, Lobalain (352 nelayan), Landu Leko (287 nelayan), dan Rote Timur (281 nelayan). Berikutnya, ada 256 nelayan di Kecamatan Rote Barat Laut, Rote Selatan (90 nelayan), dan Rote Barat sebanyak 65 nelayan. “Paling sedikit di Kecamatan Rote Tengah, sebanyak 54 KK nelayan, dan semuanya sudah terima kartu Kusuka,” bebernya.

BACA JUGA: Kejari Gandeng Pemkab Rote Ndao Sejahterahkan Nelayan Lewat Kusuka dan Pas Kecil

Jusuf menjelaskan, kartu ini sangat bermanfaat bagi nelayan, dan mereka yang telah memegang kartu Kusuka ini bakal merasakan manfaatnya ke depan. “Dengan memiliki kartu tersebut, terdata sebagai pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan, sekaligus mempermudah pemerintah untuk menyalurkan bantuan yang diprogramkan,” terang Jusuf.

Memiliki Kusuka, kata Jusuf, merupakan legalitas terhadap nelayan, sebagai bentuk perlindungan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah. Kartu tersebut, lanjutnya, diperuntukan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, selain bertujuan untuk mempercepat pelayanan, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan itu sendiri.

“Untuk kesejahteraan nelayan merupakan tujuan utama pemberian kartu Kusuka. Karena hanya pemiliknya yang akan dibantu pemerintah, untuk mendukung usahanya,” kata mantan Camat Rote Barat Daya ini.

Selain Kusuka, nelayan pemilik kapal juga diminta untuk memiliki yang namanya Pas Kecil sebagai kelengkapan dokumen hukum terhadap kepemilikan kapal. Dan di Rote Ndao sudah ada 132 pemilik kapal yang memiliki Pas Kecil. “Selain Kusuka, dari total 721 nelayan yang punya kapal, 132 diantaranya sudah miliki Pas Kecil. Dan semua kapal yang miliki Pas Kecil itu berukuran 3 gross tonase (GT),” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao, sudah menyatakan kepedulianya. Melalui lembaga Adyaksa ini, diluncurkan program/aplikasi Jaksa Sahabat (JAS) Nelayan, mempermudah masyarakat nelayan untuk mengakses Kusuka dan Pas Kecil secara digitalisasi.

Dimana, sinergitas yang dilakukan Kejari terhadap nelayan, terbangun dalam sebuah kerja sama yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang hukum perdata dan hukum Tata Usaha Negara (TUN). MoU itu telah ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Ba’a. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top