27 Tahun Mengendap di Tangan Kades, Jaksa Kembalikan 6 Sertifikat Tanah Milik Warga Birunatun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

27 Tahun Mengendap di Tangan Kades, Jaksa Kembalikan 6 Sertifikat Tanah Milik Warga Birunatun


SERAHKAN. Kades Birunatun yang menjadi tersangka dana desa, Martinus Tobu saat menyerahkan sertifikat tanah yang ia simpan selama 27 tahun kepada para pemiliknya disaksikan Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila bersama para Kasi. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

27 Tahun Mengendap di Tangan Kades, Jaksa Kembalikan 6 Sertifikat Tanah Milik Warga Birunatun


Jaksa Temukan Saat Geledah Rumah Kades

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak enam sertifikat tanah milik warga Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang mengendap di tangan Kepala Desa (Kades) Birunatun, Martinus Tobu selama 27 tahun, akhirnya dikembalikan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU kepada para pemiliknya.

Sertifikat tanah milik warga tersebut lantaran ditemukan tim penyidik kejaksaan saat penggeledahan terhadap rumah milik Kades Martinus Tobu yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan desa desa di Desa Birunatun selama tiga tahun anggaran, yakni tahun 2018, 2019, dan 2020.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Minggu (30/5) menuturkan, tim penyidik menemukan sebanyak enam sertifikat tanah milik warga setempat itu saat melakukan penggeledahan di rumah milik Martinus yang tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa.

Dikatakan, penggeledahan terhadap rumah Martinus dilakukan untuk mencari dan memperoleh bukti-bukti berkaitan dengan pengelolaan dana desa di Desa Birunatun yang mengakibatkan adanya kerugian negara mencapai Rp 1,3 miliar.

BACA JUGA: Jaksa Tahan Kades Birunatun, Pakai Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi, Negara Rugi Rp 1,3 Miliar

“Dari hasil penggeledahan ditemukan 6 Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga desa Birunatun yang sejak tahun 1994 diterbitkan melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA). SHM-SHM milik warga tersebut sengaja disimpan oleh sang kades dan tidak diserahkan kepada warga,” beber Roberth.

Roberth merincikan, keenam SHM tersebut, yakni:

1. SHM nomor 24.03.05.06.1.00030 tanggal 9 juni 1994 seluas 1160m2 atas nama Stanislaus Lau
2. SHM nomor 24.03.05.06.1.00025 tanggal 9 juni 1994 seluas 1240m2 atas nama Egidius Bouk
3. SHM nomor 24.03.05.06.1.00020 tanggal 9 juni 1994 seluas 1430m2 atas nama Petrus Kehi
4. SHM nomor 24.03.05.06.1.00012 tanggal 9 juni 1994 seluas 795m2 atas nama Hendrikus Taek
5. SHM nomor 24.03.05.06.1.00016 tanggal 9 juni 1994 seluas 1290m2 atas nama Pius Meak
6. SHM nomor 24.03.05.06.1.00028 tanggal 9 juni 1994 seluas 1360m2 atas nama Yosep Fahik

Dijelaskan, dengan ditemukannya SHM-SHM milik warga yang tidak diserahkan oleh kepala desa sejak tahun 1994, maka Kajari TTU bersama tim penyidik mengambil langkah untuk mengundang para pemilik sertifikat agar dilakukan penyerahan kembali. “Kita sudah undang para pemilik sertifikat dan ahli waris masing-masing dan bertempat di aula Kejaksaan Negeri TTU, dan saya selaku Kajari TTU didampingi oleh tim penyidik telah menyerahkan kembali sertifikat-sertifikat tanah milik warga tersebut,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top