Kapolda NTT: Keberhasilan Polisi Ungkap Kasus Perkosaan dan Pembunuhan karena Investigasi Ilmiah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kapolda NTT: Keberhasilan Polisi Ungkap Kasus Perkosaan dan Pembunuhan karena Investigasi Ilmiah


Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, saat memimpin gelar perkara kasus pembunuhan dan pemerkosaan di Mapolres Kupang, Sabtu (29/5). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kapolda NTT: Keberhasilan Polisi Ungkap Kasus Perkosaan dan Pembunuhan karena Investigasi Ilmiah


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum memberi perhatian serius pada penanganan kasus-kasus menonjol di wilayah hukum Polda NTT. Kapolda pun tidak segan-segan turun ke lapangan mendengarkan langsung penanganan kasus oleh bawahannya.

Hal itu terlihat ketika akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (29/5), Jenderal Polisi Bintang Dua ini turun ke Polres Kupang dan memimpin langsung gelar perkara kasus pembunuhan dua remaja putri asal Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat dan asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari di Mapolres Kupang.

Bersama Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Wisnu Widarto, SIK, Direktur Reskrimum Polda NTT Kombes Pol Eko Widodo SIK, Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, S.H., S.I.K., M.Si dan Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Nofi Posu, SH., SIK, Kapolda NTT mendengarkan paparan penyidik yang menangani kasus ini.

Kapolda NTT menerima paparan dari Kapores Kupang terkait tindak pidana pemerkosaan dan pembunuhan termasuk proses penyidikan, pengungkapan, dan penanganan yang dilakukan penyidik Satuan Reskrim Polres Kupang yang di-back up penyidik Direktorat Reskrimum Polda NTT.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Kupang dan penyidik Polres Kupang atas prestasi pengungkapan kasus tersebut. “Saya apresiasi atas pengungkapan kasus ini, atas prestasi tersebut Polda NTT akan memberikan reward kepada penyidik Polres Kupang,” janji Irjen Latif.

Kapolda Latif juga berterima kasih kepada Direktorat Reskrimum Polda NTT yang sudah mem-back up penyidik Polres Kupang dalam mengungkap dan menangani kasus ini.

BACA JUGA: Penyidik Polres Kupang Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nani Welkis

BACA JUGA: Yustinus Tanaem Ungkap Hal Ini Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Masela Bahas

Kepada para penyidik, Kapolda NTT mengingatkan agar melakukan penanganan dengan metode scientific investigation karena kasus ini merupakan hal yang menarik dan menjadi pusat perhatian publik.

Polisi tidak bisa serta-merta menetapkan Tinus Tanaem sebagai tersangka dalam kasus tersebut, sebab saat itu polisi belum mendapatkan bukti-bukti yang mengarahkan Tinus sebagai pelakunya. Namun dengan cara-cara investigasi ilmiah (scientific crime investigation), tim kepolisian mendapatkan bukti-bukti valid atas keterlibatan Tinus sebagai pelakunya.

“Dalam proses penyelidikan kasus pembunuhan gadis asal Takari ini, penyidik mengedepankan scientific investigation agar tidak salah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, sehingga kerja penyidik bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Irjen Latif.

“Terus berbuat baik dalam melaksanakan tugas.Tetap profesional dalam pelaksanaan tugas, dan selalu humanis serta melakukan pembuktian secara cepat dan tepat agar penanganannya sesuai dengan apa yang diharapkan,” tambah Irjen Latif.

Kepada masyarakat Kapolda NTT juga mengimbau agar selalu berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. “Gunakanlah media sosial secara bijak, agar kejadian kasus pembunuhan tersebut tidak terulang kembali,” pintanya.

Polisi menjerat pelaku Yustinus Tanaem atau Tinus dengan pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan (dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa atau nyawa orang lain) dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top