Kepala SMK PP Negeri Kupang Harap Lulusannya Menjadi Petani Milenial SUPER | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kepala SMK PP Negeri Kupang Harap Lulusannya Menjadi Petani Milenial SUPER


Wakil Kepala SMK PP Bidang Kurikulum, Ina Soda Molek Malelak saat memimpin rapat guru untuk penentuan kelulusan siswa di sekolah itu, Senin (31/5). (FOTO: HUMAS SMK PP NEG. KUPANG)

PENDIDIKAN

Kepala SMK PP Negeri Kupang Harap Lulusannya Menjadi Petani Milenial SUPER


KUPANG- Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Kupang sebagai salah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan rapat penilaian kelulusan bagi para siswa di sekolah itu, Senin (31/5). Rapat tersebut dipimpin Wakil Kepala SMK PP Bidang Kurikulum, Ina Soda Molek Malelak, S.Pt., M.Pd mewakili kepala sekolah. Dalam rapat itu, diputuskan bahwa 63 siswa Kelas XII dinyatakan lulus melalui syarat Ujian Sekolah (US) merujuk pada nilai rata-rata rapot Semester I s/d VI.

Ina Soda Molek Malelak mengatakan bahwa penentuan kelulusan ini telah merujuk kepada Surat Edaran (SE) Mendikbudristek Nomor 1 Tahun 2021 tentang peniadaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah (US) dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Langkah responsif ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Ina menyebutkan, ada tiga syarat kelulusan sebagai pengganti kelulusan yaitu, siswa harus menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan raport tiap semester. Kedua, siswa memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan ketiga siswa mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (sekolah).

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada para guru yang sudah bisa membantu mendidik para siswa sampai dengan rapat penentuan kelulusan ini.

“Tidaklah mudah mendidik siswa dengan keadaan pandemi seperti sekarang ini, karena belum tentu semua siswa siap dengan pembelajaran daring. Maka dari itu siswa juga harus sadar akan pentingnya keberadaan bapak/ibu guru ini, meskipun hanya bertemu secara virtual,” ungkap Stepanus dalam keterangan tertulis Humas SMK PP Negeri Kupang, Senin (31/5).

Siswa yang telah lulus dari SMK PP Negeri Kupang, kata Stepanus, diharapkan bisa menjadi job seeker dan job creator yang Sukses, Unggul, Profesional, Energik, dan Ramah (SUPER) sesuai dengan misi dan motto sekolah.

Stepanus bahkan membeberkan beberapa alumni yang sukses menjadi petani milenial atau wirausahawan muda di bidang pertanian yang SUPER. Mereka bergerak dibidang peternakan unggas, ternak babi, ataupun produk olahan pertanian.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Mentan, Syahrul Yasin Limpo, yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementan menargetkan mencetak 2,5 juta petani milenial hingga 2024.

Pernyataan tersebut diamini oleh Kepalas BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi yang mempunyai beberapa strategi untuk mewujudkan terciptanya 2,5 juta petani milenial tersebut.

Strategis itu, Pertama, melalui pendidikan vokasi dan kejuruan mulai dari tingkat menengah hingga pendidikan atas. Strategi itu efektif untuk menghasilkan tenaga-tenaga muda andal di masing-masing sektor, khususnya pertanian.

“Pendidikan vokasi ini sudah kami dirikan di beberapa daerah. Ada sepuluh sekolah dan politeknik pertanian di Indonesia. Diantaranya di Medan, Bogor, Serpong, Yogyakarta, Malang, Kupang, Manokwari, dan lainnya,” tutur Dedi.

Strategi kedua, lanjut Dedi, yakni menciptakan pertanian yang mandiri, modern, dan maju sebagai bentuk adaptasi sistem pertanian dengan teknologi 4.0. Strategi ketiga adalah memperkuat pendataan dari pusat hingga unit paling kecil di desa-desa seluruh Indonesia. Caranya adalah melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian Indonesia (Kostratani).

Dedi melanjutkan, Kementan juga memiliki program magang ke luar negeri. Salah satunya adalah ke negeri Jepang dan beberapa negara lainnya. “Dari sekitar seribu petani yang kami kirim magang setiap tahunnya, petani-petani milenial yang pulang dari magang langsung difasilitasi untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat sembari transfer knowledge kepada daerahnya masing-masing,” urai Dedi. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top