Banyak Perubahan, DPRD dan Masyarakat Apresiasi Kejari TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Banyak Perubahan, DPRD dan Masyarakat Apresiasi Kejari TTU


Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif. (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Banyak Perubahan, DPRD dan Masyarakat Apresiasi Kejari TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kiprah Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) pasca pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) mendapat respon positif dari publik setempat.

Tingkat kepuasan tersebut tidak hanya terjadi pada penindakan terhadap sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh aparat penegak hukum di Kejari TTU itu, namun lembaga yang kini dipimpin Roberth Jimmy Lambila ikut berperan dalam membenahi pola pelayanan publik terbaik dan memuaskan kepada masyarakat setempat.

Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif kepada TIMEX, Minggu (30/5) memberi apresiasi kepada Kejari TTU atas kiprahnya memberi pelayanan publik terbaik kepada masyarakat di TTU.

Menurut Yasintus, komitmen Kejari TTU melalui pencanangan ZI menuju WBK dan WBBM di wilayah TTU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terbukti dan sangat memuaskan.

Misalnya, masyarakat datang ke kantor Kejari TTU untuk mendapatkan pelayanan merasa aman dan nyaman sehingga anggapan masyarakat banyak akan institusi kejaksaan yang selama ini hanya dikenal sebagai sebuah institusi yang menakutkan, dengan sendirinya terbantahkan.

“Kita sangat memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri TTU yang sudah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat baik dengan membuka pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Ini membantu masyarakat dalam mengakses semua informasi dan pelayanan,” ungkap Yasintus.

Apresiasi terhadap kinerja Kejari TTU juga datang dari masyarakat Desa Naikake B, Andreas Elu yang menyebutkan bahwa Kejari TTU selalu mengutamakan pelayanan publik yang baik kepada setiap masyarakat yang membutuhkan.

Andreas yang selama ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Naekake B mengaku mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pihak Kejari TTU.

Bahkan, selama menjalani pemeriksaan, pihaknya diberlakukan selayaknya seorang raja yang diberikan makan dan minum secara teratur. Biaya transportasi pun ditanggung oleh Kejari TTU. “Selama ini kami hanya dengar saja tentang kejaksaan. Informasi tentang lembaga ini sangat menakutkan apabila kita berurusan hukum, namun saat saya diperiksa sebagai saksi ternyata saya mendapatkan perlakuan yang baik seperti seorang tamu yang diistimewakan. Dijamu seperti tamu yang berkunjung ke rumah kerabatnya. Itulah wajah Kejaksaan Negeri TTU saat ini. Kami berharap pelayanan ini terus dijaga sehingga semua masyarakat yang berurusan dengan lembaga kejaksaan mendapatkan perlakuan yang sama,” katanya.

Menyikapi hal ini, Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Minggu (29/5) mengatakan, pihaknya sebagai aparat pemerintah dalam hal penegakan hukum merupakan abdi negara sekaligus juga abdi masyarakat. Untuk itu harus siap dan tulus dalam menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.

Menurut Roberth, dengan pencanangan zona integritas di wilayah kerja Kejri TTU, pihaknya dituntut mewujudkan adanya perubahan perilaku secara institusi maupun personal untuk sebuah tujuan mulia dalam memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat.

“Mari kita bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan dalam memberi pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat. Yakinlah usaha keras tidak pernah membohongi hasil yang tercapai. Wujudkan komitmen menjadikan zona integritas sebagai budaya kerja kita. Salam perubahan untuk Kejari TTU menuju WBK-WBBM,” pesannya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top