Bupati Sumba Timur Resmikan Laboratorium PCR Pertama di Pulau Sumba | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sumba Timur Resmikan Laboratorium PCR Pertama di Pulau Sumba


GUNTING PITA. Bupati Sumba Timur Kristofel Praing didampingi Wabup David Wadu meresmikan pengoperasian Lab PCR pertama di Pulau Sumba, ditandai dengan pengguntingan pita. Lab PCR ini juga akan melayani pemeriksaan spesimen dari Sabu Raijua. (FOTO: Humas Setda Sumba Timur)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Sumba Timur Resmikan Laboratorium PCR Pertama di Pulau Sumba


WAINGAPU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur bekerja sama dengan Yayasan Satria Budi Dharma Setia menghadirkan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) pertama di Pulau Sumba. Kehadiran Laboratorium PCR ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah se- Pulau Sumba dan Sabu Raijua guna mempercepat proses pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan kapasitas 1.800-2.000 sampel/specimen.

Laboratorium PCR yang ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu ini diresmikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Bupati Sumba Timur, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi secara virtual. Sedangkan Bupati Sumba Timur Drs. Kristofel Praing, M. Si didampingi Wakil Bupati (Wabup) David Melo Wadu, ST serta Sekda Domu Warandoy, SH hadir secara langsung di RSUD Umbu Rara Meha di Waingapu.

Bersamaan dengan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) berupa Masker Bedah 3 lapis, Masker N95, Hazmat, Kacamata Medis, Head Cover, shoe Cover, Handscoom, Disinfektan, sarana cuci tangan pakai sabun permanen, Dispencer sabun cuci tangan. Bantuan ini senilai Rp 1.068.786.000, dan diperuntukan bagi tiga rumah sakit yang ada di Sumba Timur.

Bupati Sumba Timur dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Satria Budi Dharma Setia yang telah menghadirkan Laboratorium PCR. Terima kasih yang sama juga disampaikan kepada WVI Sumba Timur dan berharap agar bantuan berupa Laboratorium PCR maupun bantuan lainnya bermanfaat bagi masyarakat Sumba Timur dan masyarakat se-daratan Sumba.

“Semoga laboratorium ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan mendukung langkah kita bersama dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di daratan Sumba khususnya dan di Nusa Tenggara Timur umumnya,” kata Bupati Kris Praing.

Bupati Kris Praing (kiri) menerima bantuan dari WVI perwakilan Sumba Timur untuk sejumlah rumah sakit.(FOTO: Humas Setda Sumba Timur)

Dikatakan, untuk pemeriksaan spesimen PCR sejak merebaknya pandemi Covid-19 awal tahun 2020 lalu dilakukan di RSUD Prof. WZ. Johanes Kupang, dan memakan waktu lama untuk mengetahui hasilnya. Hal itu sangat berpengaruh terhadap proses penanganan Covid-19 dan penelusuran kasus di lapangan. Hal itu menyebabkan Kabupaten Sumba Timur berada di rangking dua dalam hal jumlah kasus positif setelah Kota Kupang.

Pada bagian lainnya, bupati yang dilantik pada 26 Februari 2021 lalu itu mengatakan, penanganan Covid-19 merupakan salah satu program prioritas 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Wabup David Wadu. “Salah satu langkah yang diambil adalah segera mengadakan Laboratorium PCR di Sumba Timur karena keberadaan laboratorium ini merupakan salah satu titik krusial yang harus segera diatasi,” ujarnya.

Dikatakan, Lab PCR tersebut nantinya akan dikelola dan dioperasikan oleh RSUD Umbu Rara Meha. Untuknya, Bupati Kris berharap Direktur RSUD membangun komunikasi dengan rumah sakit lain di daratan Sumba dan Sabu Raijua agar laboratorium tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

“Saya juga berharap agar menempatkan sumber daya manusia yang berkualitas guna mengelola laboratorium itu agar kepercayaan masyarakat dan yayasan serta para donatur dapat kita jaga dengan baik. Hanya dengan kepercayaan dari berbagai pihak yang akan memperlancar segala apa yang dikerjakan secara berkesinambungan,” ungkap Bupati Kris.

Adapun perkembangan penanganan Covid-19 di Sumba Timur hingga 28 Mei 2021 lalu, jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 1.438 kasus, dan tersebar di 18 kecamatan dari 22 kecamatan. Jumlah pasien sembuh sebanyak 1.301 orang atau 90,47 persen. Sedangkan jumlah pasien meninggal sebanyak 45 orang atau 3,13 persen. Jumlah kasus aktif atau dirawat sebanyak 92 kasus dengan rincian 12 orang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, enam orang dikarantina di Hotel Cendana sedangkan 74 orang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. (yl)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top