Rote Ndao Butuh 2.600 ASN, Hanya Dapat 734 Formasi, Terbanyak Guru PPPK | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rote Ndao Butuh 2.600 ASN, Hanya Dapat 734 Formasi, Terbanyak Guru PPPK


Kepala BKPP Rote Ndao, Meilon B. Sula. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Rote Ndao Butuh 2.600 ASN, Hanya Dapat 734 Formasi, Terbanyak Guru PPPK


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao masih membutuhkan sebanyak 2.600 pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (ASN). Namun untuk penerimaan tahun ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) hanya mengalokasikan sebanyak 734 formasi. Dari jumlah itu, paling banyak formasi untuk tenaga guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu mengatakan, pihaknya telah menyampaikan secara langsung kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bima Haria Wibisana saat kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Rote Ndao, Jumat (26/3/2021) lalu.

Bupati Paulina menyebutkan, Pemkab Rote Ndao masih kekurangan 83,87 persen pegawai dari total 3.100 ASN yang dimiliki saat ini. “Ada sejumlah kendala yang dihadapi saat ini. Diantaranya, kekurangan pegawai sekitar 2.600 orang,” ungkap Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, Jumat (26/3) lalu saat menerima kunker Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, di ruang kerja Bupati.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Rote Ndao, Meilon B. Sula juga mengakui kekurangan jumlah ASN di wilayah terselatan NKRI itu.

BACA JUGA: Rote Ndao Butuh 2.600 Pegawai Baru, Kepala BKN: Kompetensi Rendah, ASN Bisa Disekolahkan

Meilon menyebutkan, alokasi pegawai yang diberikan ke Rote Ndao adalah untuk tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya. “Ia, masih kurang. Pemerintah alokasikan 734 orang untuk tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis,” kata Meilon saat dikonfirmasi TIMEX, di ruang kerjanya, Sabtu (29/5).

Meilon juga menyebut bahwa jumlah pegawai yang dialokasikan dalam rincian yang sudah ditetapkan dalam keputusan Menpan-RB. Jumlah terbanyak, kata Meilon, adalah untuk tenaga guru, yakni sebanyak 467 orang.

Selain itu, lanjutnya, untuk tenaga kesehatan (Nakes) dialokasikan sebanyak 202 orang. Dan 65 orang untuk tenaga teknis. Selain guru, statusnya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Jumlahnya 202 untuk tenaga kesehatan, dan tenaga teknis 65 orang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sementara untuk guru, semuanya adalah PPPK,” jelas Meilon yang menambahkan, masa hubungan perjanjian kerja jabatan, untuk PPPK, paling singkat selama satu tahun, dan paling lama lima tahun. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top