Pegang Teguh Moto, ‘Karja Belom Beres Jang Pulang’ | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pegang Teguh Moto, ‘Karja Belom Beres Jang Pulang’


BERSAMA WARGA. Bernadus Baso alias Randy selaku supervisor teknik di Kantor Jaga Solor Barat di Pulau Solor saat bersama warga dalam suatu kesempatan di sela-sela aktivitasnya. (HUMAS PLN FOR TIMEX)

Advetorial

Pegang Teguh Moto, ‘Karja Belom Beres Jang Pulang’


Bernadus Baso, Pejuang Kelistrikan di Pulau Solor

MENJADI pegawai PLN di daerah kepulauan memang punya pengalaman tersendiri. Salah satunya di sub PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Solor. Ini menjadi tantangan sendiri bagi Bernadus Baso alias Randy.

Bernadus Baso alias Randy, 51, sudah mengabdikan diri sebagai Supervisor Teknik di Kantor Jaga Solor Barat di Pulau Solor. Tepatnya di sebelah Timur Pulau Flores, Kabupaten Flores Timur, NTT. Kantor Jaga Solor Barat di Pulau Solor dibawa naungan area kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur.

Bapak dari 4 orang anak ini telah mengabdi diri di PLN selama 29 tahun. Sebagai petugas teknik di PLN UP3 Flores Bagian Timur, dirinya setia menjalankan tugasnya dengan memegang teguh moto ‘Karja Belom Beres Jang Pulang. Randy sudah mencurahkan waktu dan tenaganya demi pelayanan dalam kelistrikan di NTT.

Belum lagi ia yang harus rela jauh dari keluarganya. Keluarga kecilnya saat ini tinggal di Larantuka. Untuk bersua bersama keluarga kecilnya saja jarang. Bahkan sebulan sekalipun jarang ia bisa berkumpul dengan keluarga meski hari libur.

Ditambah lagi dengan tranportasi kapal laut dan cuaca ekstrem yang sering terjadi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sosok Randy. Namun, ia tetap gesit di lapangan dalam menangani masalah kelistrikan terutama di Pulau Solor. Karena kepiawaiannya ini maka membuat dirinya dicintai warga dimana dirinya bekerja.

“Totalitas Om Randy bekerja di lapangan selama ini, saya harus akui cepat dan tepat kalau soal listrik,” kata Eman Keraf salah seorang warga Desa Menanga ketika berkisah tentang kepuasan pelanggan soal kinerja petugas lapangan.

Hal senada juga diakui salah seorang guru, Longginus Kaha. “Silakan Pak lihat di areal sepanjang perumahan warga dan jalan umum di kecamatan ini. Kalau ada pohon yang sudah mengganggu jaringan, wah… itu om Randy biasanya gesit. Terhadap keluhan warga soal masalah listrik di rumah juga biar tengah malam pasti Om Randy datang,” kata Longginus Kaha.

Pulau Solor yang di bawah Unit Layanan Pelanggan Adonara yang melayani Pulau Adonara sekaligus Solor, memiliki pelanggan sebanyak 7.672 dan pembangkit diesel isolated dengan daya mampu 1,3 Megawatt (MW). Pulau Solor merupakan salah satu destinasi wisata bagi turis lokal maupun mancanegara seperti Desa Lamakera yang ada di Solor. Desa ini menjadi pusat peradaban Islam di NTT sekaligus sebagai satu dari dua tempat di dunia yang menjadi habitat ikan parimanta jenis moku.

Tentang semangatnya dalam bekerja, Randy sendiri mengaku bahwa hal yang paling penting dari misi besar agar listrik tetap menyala adalah cepat, tepat dan aman.
“Pengalaman memang bantu saya untuk cepat tanggap akan keluhan warga. Kemudian, tepat untuk baca masalah. Lalu jangan asal kerja. Yang harus diperhatikan adalah harus aman. Saat ada dua masalah yang dihadapi, tentukan mana yang prioritas. Kebanggaan kami adalah saat Pulau Solor bebas dari gangguan penyulang yang diakibatkan karena gangguan pohon” ungkap Randy.

Dirinya mengaku bahwa ia sudah bekerja selama 29 tahun bekerja sebagai pelayan dalam bidang kelistrikan. Ini memang menjadi kebahagiaan terbesar baginya.

“Kalau kita bekerja dengan semangat melayani tentunya masyarakat puas,” imbuhnya.

Saut Panjaitan selaku Manager UP3 PLN Flores Bagian Timur (PLN UP3 FBT) menjelaskan bahwa kisah Randy adalah gambaran kisah seluruh petugas PLN di mana saja. Petugas lapangan yang berdedikasi dan selalu punya waktu untuk terjun menangani persoalan kelistrikan yang terjadi khusus di Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Saat ini, jelas Saut, PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur membawahi empat ULP. Yakni ULP Maumere, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende (di Kecamatan Lio Timur dan Kecamatan Kota Baru), ULP Larantuka, Kabupaten Flores Timur, ULP Adonara, Kabupaten Flores Timur dan ULP Lembata, Kabupaten Lembata.

Saut mengaku bahwa semangat terangi negeri untuk Indonesia maju, terus diingatkan kepada semua petugas PLN agar tetap sungguh-sungguh dalam pelayanan kelistrikan. Sebab, bagi petugas PLN, menjadi pejuang listrik di daerah (3T) adalah suatu kepuasan tersendiri karena telah turut berkontribusi dalam memberikan pelayanan di pulau yang dikelilingi lautan samudera.

Dan betapa bahagianya saat melihat senyuman warga. “Bagi kami, jika masyarakat puas, maka kami sangat senang,” tandas Saut. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top