Pekan Ini Mulai TC PON Cabor Sepak Bola, Jimmi Sianto: Lokasinya di SoE, Ende, dan Surabaya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pekan Ini Mulai TC PON Cabor Sepak Bola, Jimmi Sianto: Lokasinya di SoE, Ende, dan Surabaya


Jimmi Sianto, Manajer Tim Sepak Bola PON NTT. (FOTO: ISTIMEWA)

SPORT

Pekan Ini Mulai TC PON Cabor Sepak Bola, Jimmi Sianto: Lokasinya di SoE, Ende, dan Surabaya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tim PON Sepak bola NTT, berencana mulai menggelar pemusatan latihan (Training Center/TC) mulai pekan ini. Para pemain hasil seleksi tahun 2020 lalu yang tersebar di sejumlah daerah di NTT ini telah diinformasikan untuk segara bergabung di lokasi TC pada 4 Juni 2021.

Manajer Tim PON Sepak Bola NTT, Jimmi WB Sianto kepada pekerja media, di Kupang, Senin (31/5) mengatakan, seluruh pemain yang dipanggil saat TC nanti wajib mengikuti vaksinasi Covid-19. “Jadi TC ini akan diawali dengan vaksinasi Covid-19 bagi para atlet yang belum divaksin,” ungkap Jimmi Sianto dalam jumpa Pers di Resto Handayani awal pekan ini.

Jimmi mengatakan, sesuai jadwal terbaru yang dikeluarkan KONI NTT, agenda TC PON seluruh cabor yang lolos ke Papua akan dimulai bulan Juni hingga September 2021. Merujuk jadwal tersebut, Tim Sepak Bola
NTT langsung melakukan persiapan untuk proses TC mulai 4 Juni.

Menurut Jimmi, melihat kondisi lapangan dan juga pertimbangan lawan tanding saat TC nanti, maka lokasi yang dipilih untuk pemusatan latihan ini dijadwalkan di tiga kota, yakni di Kota SoE, Kabupaten TTS, Ende, dan Kota Surabaya, Jawa Timur. “Kita rencanakan untuk menggelar TC di tiga tempat, yakni TTS, Ende, dan Surabaya,” jelas Jimmi.

Jimmi menyebutkan, TC cabor sepak bola nantinya akan diikuti sebanyak 26 pemain hasil seleksi pada tahun 2020 lalu. Dari 26 pemain ini akan dikerucutkan lagi untuk mendapatkan 20 pemain inti jelang batas akhir pendaftaran tahap kedua pada Agustus 2021 nanti.

“Kita ingin mendapatkan pemain yang benar-benar siap, dan juga sebagai langkah antisipasi jika ada pemain yang cedera selama latihan atau dalam uji coba, sehingga TC tetap diikuti seluruh pemain hasil seleksi,” terangnya.

Jimmi mengatakan, ke-26 pemain hasil seleksi yang akan dipanggil ini nantinya diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, tujuannya agar memproteksi para pemain agar tidak terpapar Covid-19 selama TC nanti. Para pemain tersebut akan menjalani vaksi tahap pertama pada 5 Juni.

“Berdasarkan data kami, dari 26 pemain hasil seleksi itu, baru tujuh orang yang mendapatkan vaksin Covid-19, sedangkan 19 lainnya belum sehingga langkah awal kita juga melakukan vaksin untuk 19 orang
tersebut. Jadi para pemain ini akan tiba di Kupang pada 4 Juni, sehari setelah itu pada 5 Juni mereka harus ikut vaksin lalu berangkat ke SoE untuk memulai TC pada 8 Juni,” jelas mantan anggota DPRD NTT dua periode ini.

“Selama di SoE, dengan pertimbangan meminimalkan risiko, para pemain hanya akan menjalani
latihan ringan, mengingat mereka baru menjalani vaksin tahap 1, karena reaksi tubuh setiap orang
terhadap vaksin tentunya akan berbeda-beda. Karena itu porsi latihan awal pasca vaksin tidak akan berat,” bebernya seraya menambahkan, setelah dari SoE, tim akan kembali ke Kupang untuk menjalani vaksinasi
tahap kedua, dan setelah beritirahat sehari langsung diberangkatkan ke Ende untuk menjalani TC lanjutan.

“Nanti pada awal Agustus 2021, tim akan kita berangkatkan ke Surabaya untuk menjalani latihan
lanjutan hingga saat keberangkatan ke Papua. Keberangkatan tim ke Papua sendiri akan mengikuti jadwal
keberangkatan yang telah ditetapkan KONI NTT,” sebutnya.

Menyangkut soal pendanaan untuk melaksanakan TC ini, Jimmi menjelaskan, sesuai arahan Ketua
Umum KONI NTT, Andre Koreh dalam Rapat KONI bersama 12 cabor peserta PON, bila dana belum cair
dari pemerintah, cabor dapat membangun komunikasi dengan pihak ketiga agar TC dapat berjalan, sedangkan pembayarannya dilakukan kemudian.

“Sebagai manajer tim, kita sudah berkonsultasi dengan Ketua Umum KONI dan Wasekum KONI, Pak Eduard Setty terkait rencana TC PON sepak bola awal Juni di SoE dan meminta izin agar kami dapat
membangun komunikasi dengan pihak ketiga untuk proses pembayarannya sambil menunggu pencairan dana KONI dari pemerintah,” pungkasnya. (rum)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top