Sukseskan Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS, Wali Kota: PD Pasar Harus Paksa Pedagang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sukseskan Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS, Wali Kota: PD Pasar Harus Paksa Pedagang


GUNAKAN QRIS. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (Tengah baju putih) melakukan transaksi pada acara launching digitalisasi retribusi pasar menggunakan QRIS bertempat di halaman depan kantor PD Pasar Oebobo, Kota Kupang, Rabu (2/6). (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Sukseskan Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS, Wali Kota: PD Pasar Harus Paksa Pedagang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore meminta jajaran Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang untuk memaksa para pedagang yang berjualan di semua area pasar tradisional di Kota Kupang agar menggunakan transaksi non tunai (QRIS) dalam membayar retribusi. Sikap tegas perlu ditunjukan para petugas PD Pasar saat penerapan transaksi retribusi pasar menggunakan QRIS mengingat watak masyarakat NTT yang cukup keras.

“Saya punya pengalaman pahit. Kota Kupang dapat WTP karena dipaksa. Kalau tidak dipaksa tidak jalan. Tahun lalu Kota Kupang dapat WTP, lalu orang bilang Kota Kupang berdarah-darah, lalu saya bilang memang harus begitu. Itu karena kita paksa. Ini juga begitu, kalau bisa kita paksa, masyarakat kalau tidak paksa tidak akan jalan pak. Saya yakin tidak akan jalan,” kata Wali Kota saat launching digitalisasi retribusi pasar menggunakan QRIS bertempat di halaman depan Kantor PD Pasar Oebobo Kota Kupang, Rabu (2/6).

Wali Kota Jefri menilai, launching digitalisasi retribusi pasar menggunakan QRIS itu merupakan kegiatan langka di NTT karena baru pertama kali terjadi. Karena itu dia berharap kegiatan dimaksud menjadi langkah awal yang benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat guna meningkatkan taraf hidup ekonominya ke depan.

“Transaksi non tunai menggunakan QRIS memang lebih nyaman masyarakat, tidak perlu bawa uang lagi di saku cukup barkotnya saja sudah bisa cepat transaksi. Tapi ini semua akan dinikmati masyarakat kalau kita semua berperan untuk mengawal ketat pelaksanaannya. Jangan sampai selesai kegiatan ini, selesai juga kegiatan lanjutannya. Ini perlu kita semua kawal ketat karena watak masyarakat NTT cukap keras, kalau tidak dikontrol, ditekan keras, maka program tidak akan jalan,” tegas Jefri.

Menurut Jefri, kerja extra untuk kelangsungan transaksi non tunai retribusi pasar menggunan QRIS perlu dilakukan sungguh-sungguh supaya mewujudkan nilai positif di balik penggunaan QRIS. Sebab masyarakat juga diuntungkan dari transaksi non tunai tersebut.

“Masyarakat tidak perlu capek-capek bawa uang, hanya pakai codenya saja selesai. Tidak pakai lama-lama, susah-susah. Juga aman, uang tidak mungkin hilang. Kalau kita bawa uang, bisa hilang. Ini aman sekali, sudah begitu cepat sekali. Ini yang menjadi tujuan kita untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top