Suku Motu Serahkan 100 Ha Lahan untuk Bandara, Begini Respon Wabup Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Suku Motu Serahkan 100 Ha Lahan untuk Bandara, Begini Respon Wabup Matim


DEMI PEMBANGUNAN. Tetua adat Suku Motu di Matim memimpin ritual adat dalam acara pengukuran lahan Tanjung Bendera untuk proses sertifikat lahan bagi pembangunan bandara di wilayah Kabupaten Matim, Selasa (1/6). (FOTO: Prokopim Matim for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Suku Motu Serahkan 100 Ha Lahan untuk Bandara, Begini Respon Wabup Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Masyarakat Suku Motu di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menyerahkan tanah seluas 100 hektare kepada pemerintah setempat untuk membangun bandar udara. Lokasinya di Tanjung Bendera, Kelurahan Watu Nggene, Kota Komba.

“Proses penentuan titik kordinat untuk  pengurusan setifikat tanah bandara ini, sudah dilakukan, Senin (31/5/21) kemarin. Di sini Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah lakukan pengukuran,” ungkap Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Matim, Jefri Haryanto, melalui keterangan tertulis yang diterima TIMEX, Selasa (1/6).

Menurut Jefri, Wakil Bupati (Wabup), Jaghur Stefanus bersama pimpinan DPRD Matim dan unsur Forkompimda, ikut hadir untuk meninjau lokasi Tanjung Bendera, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan bandara. Selain itu hadir juga sejumlah anggota DPRD Matim dan pimpinan perangkat daerah setempat.

Hadir Camat Kota Komba, Regina Malon bersama jajaranya, pemerintah kelurahan setempat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat Suku Motu, termasuk masyarakat dari lima suku di wilayah itu yang mendukung dan terlibat menjadi saksi penyerahan tanah untuk bandara dari Suku Motu kepada Pemkab Matim.

Jefri menyebutkan, lima suku yang ikut mendukung penyerahan tahan itu, yakni Suku Suka, Nggeli, Kewi, Serha, dan Suku Lowa. Kehadiran Wabup Jaghur bersama rombongan di lokasi Tanjung Bendera, diterima secara adat. Kegiatan penentuan titik kordinat itu pun, diawali dengan ritual adat.

“Lokasi tanah yang direncanakan untuk bangun bandara ini telah diserahkan oleh Suku Motu. Penyerahannya disaksikan dan didukung oleh lima suku lain yang ada di sekita Suku Motu. Ada satu orang kemarin itu datang ke lokasi dan mau mengganggu suasana. Tapi kegiatan tetap berjalan, karena menurut masyarakat Suku Motu, dia itu bukan dari sukunya mereka,” terang Jefri.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Matim, Heremias Dupa menyampaiakan ucapan terima kasih kepada Suku Motu atas kerelaan menyerahkan tanah yang akan menjadi lokasi bandara. Heremias Dupa juga mengatakan, DPRD secara lembaga siap mengawal semua proses yang dijalankan guna mengurus pembangunan bandara di lokasi yang diserahkan tersebut.

“Lembaga DPRD akan berupaya agar semua proses berjalan dengan lancar untuk proses pembangunan bandara. Kita juga akan bersama-sama mengawal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Matim. Sehingga Tanjung Bendera akan menjadi lokasi bandara seperti niat dari masyarakat pemberi tanah kepada Pemda,” kutip Jefri.

Wabup Stef Jaghur juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Suku Motu yang telah menyerahkan tanahnya kepada Pemkab Matim sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan di Matim.

Wabup Stef Jaghur juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang membantu dan melancarkan semua proses persiapan serah terima, dimana semua peroses berjalan aman, tertib, dan lancar. Semangat pembangunan adalah untuk kesejahteraan rakyat. Ketika nanti bandara sudah tersedia, maka bisa dipastikan geliat dan pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah Tanjung Bendera dipastikan akan semakin baik.

“Luar biasa kerelaan Suku Motu dan suku-suku lain yang ada disekitarnya. Telah serahkan tanahnya untuk pembanguna bandara. Tugas kami dari Pemda, mempersiapkan segala sesuatunya, supaya pembangunan bandara ditempat ini akan segera dapat dilaksanakan,” kata Jefri mengutip penyampaian Wabup Stef Jaghur. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top