Destinasi Belum Jadi Target Wisatawan, Disparbud Matim Lakukan Upaya Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Destinasi Belum Jadi Target Wisatawan, Disparbud Matim Lakukan Upaya Ini


PROMOSI OBYEK WISATA. Anggota Familiarization trip, HPI, ASITA, travel agent, dan wartawan bersama Disparbud Matim saat di Padang Savana Mausui. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Destinasi Belum Jadi Target Wisatawan, Disparbud Matim Lakukan Upaya Ini


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Banyak destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) selama ini belum menjadi daya tarik dan target wisatawan. Menyikapi hal itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat melakukan upaya dengan membuat familiarization trip.

“Tujuanya agar destinasi yang ada di Matim bisa dikenal lebih luas lagi. Familiarization trip ini merupakan perjalanan grup yang berasal dari berbagai latar belakang,” ujar Sekertaris Disparbud Matim, Albertus Rangkak, di Borong, Kamis (3/6).

Menurut Albertus, dalam perjalanan itu, anggota grup diajak mengenal destinasi-destinasi baru yang berpotensi memiliki nilai lebih atau daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Artinya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu sebagai bentuk pengenalan destinasi potensial yang masih sulit dipromosikan. “Di sini sekaligus dalam rangka penyelamatan ekonomi di sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat Covid-19,” kata Albertus.

Dia mengatakan, pengambilan data jarak dan waktu tempuh menuju setiap obyek yang dikunjungi selama familiarization trip itu dilakukan bersama HPI dan ASITA dan Travel Agent yang berpengalaman. Dengan kegiatan ini, kata Albertus, Pemkab Matim melalui Disparbud menargetkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara 1.000 orang, dan wisatawan mancanegara 40 orang ditahun 2022.

Albertus menyebutkan, meski sektor pariwisata sedang terpukul oleh pandemi Covid-19, namun Pemkab Matim tetap optimistis, bahwa target tersebut dapat tercapai melalui kegiatan pemasaran yang baik. “Demi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Matim, kami mengupayakan promosi yang intensif untuk memperkenalkan destinasi pariwisata yang ada. Salah satunya melalui kegiatan familiarization trip. Matim memiliki sumber daya yang sangat besar, baik destinasi alam maupun budaya yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan,” katanya.

Albertus menjelaskan, kombinasi potensi wisata tersebut dapat menghasilkan berbagai rute perjalanan wisata umum (leisure) atau pun rute perjalanan wisata tematik (wisata minat khusus). Tentu yang memiliki daya tarik sangat besar, baik untuk wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Kegiatan familiarization trip itu diharapkan dapat mewujudkan kesamaan persepsi/opini antar stakeholders, yang terlibat tentang potensi pariwisata yang ada di Matim untuk kemudian memperkenalkan atau mempromosikan serta memasarkan obyek-obyek wisata tersebut kepada calon wisatawan.

Albertus menambahkan, program kegiatan familiarization trip, melibatkan peserta yang terdiri dari travel agent/tour operator dan guides. Peserta ini yang diharapkan dapat membuat paket perjalanan menuju Matim atau menjadikan wilayah itu sebagai salah satu destinasi dalam paket perjalanan.

“Tidak kalah penting, dalam kegiatan ini juga melibatkan beberapa media yang diharapkan dapat mempromosikan obyek dan daya tarik yang dikunjungi selama kegiatan familiarization trip,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Disparbud Matim, Maria Erlin Making menyebutkan, agenda kegiatan familiarization trip ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, anggota grup melihat dan mengeksplore obyek wisata yang ada di Wae Lengga, situs Watu Nggene (Kuburan Megalitikum dari Suku Seso), Kampung Mabaruju, Pantai Mbolata, yakni tempat rekreasi dan penginapan di pinggir pantai.

Masih di hari pertama, kata Erlin, peserta kegiatan juga dibawa melihat obyek Padang Savana dan Pantai Mausui, yakni tempat gembala sapi, kuda, kerbau dan wisata berkuda di savana serta wisata pantai pasir putih. Dari Mausui, perjalanan dilanjutkan ke Desa Wisata Bamo, Padang Savana Nanga Rawa, melihat kolam tempat dilaksanakan ritual budaya kebu/kremo di Muara Nanga Rawa.

Selanjutnya kata Erlin, ke desa Wisata Compang Ndejing, tepatnya di Pantai Ligota. Sementara untuk hari kedua, perjalanan menuju desa wisata Golo Loni. Disana ada spot foto di Golo Depet. Lalu perjalanan menuju Danau Rana Mese, dan menuju kawasan Agrowisata Desa Colol. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top