Imbas Keputusan Pemerintah, 668 CJH NTT Belum Bisa ke Tanah Suci | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Imbas Keputusan Pemerintah, 668 CJH NTT Belum Bisa ke Tanah Suci


ILUSTRASI. Ibadah haji di tengah pandemi menyebabkan ribuan calon jamaah haji Indonesia, khususnya NTT harus tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci Mekah pada musim haji tahun ini. (FOTO: JawaPos.com)

KABAR FLOBAMORATA

Imbas Keputusan Pemerintah, 668 CJH NTT Belum Bisa ke Tanah Suci


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI memutuskan untuk menunda keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Indonesia ke Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji. Keputusan Kemenag ini merupakan kali kedua, dimana hal yang sama juga dilakukan tahun lalu. Pertimbangan menunda keberangkatan CJH Indonesia ini semata-mata demi keselamatan jamaah dan tidak kunjung adanya kepastian pemberian kuota haji dari Arab Saudi.

Atas keputusan tersebut, lebih kurang 500 ribu CJH Indonesia harus bersabar hingga pandemi Covid-19 yang melanda dunia ini mereda. Untuk diketahui, kuota tetap jamaah haji Indonesia adalah 221 ribu orang. Namun, Arab Saudi sering tiba-tiba memberikan kuota tambahan. Pada penyelenggaraan haji 2019, misalnya, kuota Indonesia ditambah menjadi 231 ribu orang.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Humas, Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Mus Lengari saat diwawancarai TIMEX pada Kamis (3/6) mengatakan, imbas dari keputusan Kemenag ini, lebih kurang 668 CJH asal NTT termasuk lima orang petugas haji daerah tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.

BACA JUGA: Setengah Juta CJH Tertunda ke Tanah Suci, Antrean Haji Makin Panjang

BACA JUGA: Soal Kepastian Penyelenggaraan Haji 2021, Ini Penjelasan Menag

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” kata Mus mengutip pernyataan resmi Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (3/6).

Mus menyebutkan, pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

“Keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Kemenag sudah melakukan pembahasan dengan Komisi VIII DPR pada 2 Juni 2021. Mencermati keselamatan jemaah haji, aspek teknis persiapan, dan kebijakan yang diambil oleh otoritas pemerintah Arab Saudi, Komisi VIII DPR dalam simpulan raker tersebut juga menyampaikan menghormati keputusan yang akan diambil Pemerintah,” kutip Mus lagi. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top