Ini Jawaban Pemkot Terkait Dana Covid-19, Pengadaan Tandon dan Bantuan Seragam Sekolah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ini Jawaban Pemkot Terkait Dana Covid-19, Pengadaan Tandon dan Bantuan Seragam Sekolah


Suasana sidang pembahasan LKPj Wali Kota Kupang tahun anggaran 2020 yang dihadiri anggota DPRD Kota Kupang dan unsur eksekutif pada Rabu (2/6). Pada Kamis (3/6) sidang dilanjutkan dengan agenda penyampaian tanggapan Pemkot. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

POLITIK

Ini Jawaban Pemkot Terkait Dana Covid-19, Pengadaan Tandon dan Bantuan Seragam Sekolah


Tanggapan terhadap Pemandangan Umum Fraksi di DPRD Terkait LKPj Wali Kota

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kota Kupang terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Kupang tahun anggaran 2020, melalui jawaban yang disampaikan pada rapat dewan, Kamis (3/6) malam.

Tanggapan Pemerintah ini dibacakan secara bergantian oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Sekretaris Kota Kupang, Fahrensi Funay.

Sebagaimana diketahui, dalam pemandangan umum fraksi-fraksi pada rapat sehari sebelumnya, Rabu (2/6), para wakil rakyat ini mempertanyakan sejumlah hal yang dikerjakan Pemkot, diantaranya terkait realisasi penggunaan anggaran Covid-19 selama tahun 2020, pembagian pakaian seragam sekolah, pengadaan tandon air di BPBD, dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak badai Seroja.

Terkait pengelolaan dana Covid-19, Wawali Hermanus Man menjelaskan, khusus untuk penanganan kesehatan pada 2020 lalu dialokasi anggaran sebesar Rp 21 miliar lebih. Realisasisinya mencapai 95,88 persen. Dana ini direalisasikan untuk pengadaan sejumlah kebutuhan untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19, terutama terkait penanganan bagi masyarakat yang dinyatakan positif, yang sembuh, dan yang meninggal karena Covid-19.

“Jadi dapat dijelaskan bahwa selama beberapa waktu memang terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Kupang, namun sudah terlihat adanya penurunan jumlah kasus Covid-19 jika dibandingkan dengan awal tahun 2021,” kata Herman Man.

Herman mengatakan, secara garis besar dapat disampaikan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk upaya penanggulangan Covid-19 seperti belanja bahan medis habis pakai, untuk kedokteran termasuk pengadaan vitamin dan alat rapid test, alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan, biaya karantina atau isolasi tenaga kesehatan dan masyarakat, serta belanja peralatan kesehatan penunjang penanganan Covid-19. “Juga untuk biaya penanganan jenazah pasien Covid-19 serta belanja kebutuhan operasional,” beber Herman.

Herman menyebutkan, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Kupang saat ini tersisa 6,06 persen, dari sebelumnya 6,632 persen kasus positif. Angka kesembuhan juga terus meningkat menjadi 93,9 persen, yang berada di atas rata-rata angka kesembuhan nasional yakni berkisar 83 persen.

BACA JUGA: Fraksi NasDem Nilai Silpa 2020 di Kota Sangat Besar, Fraksi API Soroti Pengelolaan Dana Covid-19

Secara keseluruhan, sebut Herman Man, penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang sebesar Rp 46,211 miliar lebih, dari total anggaran yang disediakan sebesar Rp 50 miliar lebih.

“Alokasi anggaran ini telah dilaksanakan sesuai perencanaan pemanfaatan pada perangkat daerah pelaksana yaitu Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, dan BPBD Kota Kupang,” terangnya.

Selanjutnya, menanggapi pertanyaan dewan tentang kegiatan pengadaan tandon air bagi masyarakat yang ada di BPBD, Sekda Kota Kupang, Fahrensi Funay menjelaskan bahwa, Pemkot melalui BPBD telah mengadakan tandon air yang disalurkan untuk 94 kepala keluarga. Hanya saja, Fahrensi tidak menyebutkan siapa saja penerima dari 94 KK itu, ia hanya menyampaikan bahwa data/rincian penerima terlampir pada SK.

Sementara, mengenai bantuan bagi masyarakat korban badai Seroja, dapat dijelaskan bahwa Pemkot Kupang telah melaksanakan tugas sesuai amanah Undang Undang Nomor 24 tahun 2007, yakni fungsi koordinasi, komando, dan pelaksana.

“Selanjutnya penanganan pasca bencana Seroja adalah bantuan stimulan melalui dana siap pakai BNPB, dan masih berproses. Selanjutnya diusulkan ke Kementerian Keuangan dan bantuan yang sudah tersalurkan saat ini yaitu dana tunggu hunian untuk 733 KK yang rumahnya rusak,” beber Fahrensi.

Fahrensi melanjutkan, untuk nelayan tradisional yang terdampak badai Seroja yang berada di wilayah pesisir pantai, pemerintah sependapat dengan dewan yang terhormat dan pasca badai siklon tropis Seroja telah dilakukan pendataan nelayan terdampak oleh Dinas Perikanan dan Kelautan, dan sementara berproses untuk menerima bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengenai bantuan seragam dan tas sekolah, Fahrensi mengaku bahwa program ini telah direncanakan sebelum adanya pandemi, sehingga walaupun dinilai tidak tepat sasaran karena sejak Maret 2020 semua kegiatan di sekolah dihentikan karena pandemi Covid-19, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online, namun pemerintah tetap mendistribusikan bantuan ini sesuai perencanaannya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top