Dorong Digitalisasi Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS, TELKOM Bebaskan MDR Pelanggan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dorong Digitalisasi Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS, TELKOM Bebaskan MDR Pelanggan


JELASKAN. CEO QREN PT. TELKOM Indonesia, Fajar Herydianto (kiri) menjelaskan mekanisme kerja QRIS di hadapan jajaran pejabat, baik Bank NTT maupun Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore termasuk para pedagang pasar saat launching digitalisai transaksi non tunai gunakan QRIS di halaman Pasar Oebobo, Rabu (2/6). (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Dorong Digitalisasi Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS, TELKOM Bebaskan MDR Pelanggan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di tengah masyarakat saat ini mendapat perhatian pihak PT. Telkom Indonesia. Demi mendorong digitalisasi transaksi non tunai, manajemen PT. Telkom Indonesia membebaskan Merchant Discon Rate (MDR), yaitu potongan atau fee yang dibebankan kepada pihak merchant atau pemilik outlet terkait dengan kegiatan transaksi yang dilakukan pada mesin EDC (Electronic Data Capture).

“Ada hal menarik dan tidak enak bahwa MDR diturunkan lagi, dimana sampai bulan Desember, MDR nol. Artinya suluruh uang yang bakal masuk tidak bakal dipotong. Biaya seluruhnya ditanggung penyelenggara, biar penyelenggara yang menangis nanti penyelenggara yang minta ke negara,” ungkap CEO QREN PT. Telkom Indonesia, Fajar Herydianto saat launching digitalisasi retribusi pasar menggunakan QRIS yang bersangsung di halaman depan kantor PD Pasar Oebobo Kota Kupang, Rabu (2/6) lalu.

BACA JUGA: Sukseskan Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS, Wali Kota: PD Pasar Harus Paksa Pedagang

MDR, kata Fajar Herydianto, akan diberlakukan setelah Desember 2021 mendatang. Dia memberi contoh jika sebelumnya biaya MDR sebesar Rp 10 ribu, lalu diberlakukan pemotongam 0,7 persen, maka sekarang dipotong 0,4 persen. “Jadi dipotong 40 perak itu adalah biaya teknologi jatah premannya teknologi,” terang Fajar.

Fajar berjanji ke depan jika diskusi dengan pihak BI berjalan berjalan mulus, maka PT. Telkom Indonesia akan menghapus menjadi nol. “BI mensyaratkan transaksi H +1 tapi itu tergantung hasil diskusinya. Bahwa PT. Telkom akan menyimpan dana talangan di Bank NTT, dan nanti Bank NTT yang mengatur sesuai transaksi harian. Mudah-mudahan ini bisa,” katanya. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top