Kades Tolama Tolak Perubahan Keputusan Bupati, 3 Kades Lain Tak Persoalkan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Tolama Tolak Perubahan Keputusan Bupati, 3 Kades Lain Tak Persoalkan


PELANTIKAN. Camat Rote Barat Daya, Adrianus Bessie (kiri) menyaksikan penanda-tanganan berita acara pelantikan penjabat Kades yang dilantik di ruang TBUPP, Rote Ndao, Jumat (28/5) lalu. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Kades Tolama Tolak Perubahan Keputusan Bupati, 3 Kades Lain Tak Persoalkan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kepala Desa (Kades) Tolama, Julius Elimanafe yang diberhentikan sementara pada Jumat (28/5) lalu, menolak menerima perubahan keputusan Bupati Rote Ndao. Alasannya, karena sudah ada keputusan yang diterima. Sementara tiga kades lainnya yang juga diberhentikan, tidak mempersoalkan perubahan tersebut.

Padahal, perubahan keputusan itu tidak hanya dilakukan terhadap keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 235/KEP/HK/2021 tentang pemberhentian sementara dan pengangkatan penjabat Kades Tolama, tetapi, perubahan serupa juga dilakukan kepada tiga keputusan lainnya, karena terdapat kesalahan pada penulisan tanggal.

Ketiga keputusan tersebut, masing-masing bernomor 236/KEP/HK/2021 untuk Kades Tesabela, Nomor 237/KEP/HK/2021 untuk Kades Lentera, dan Nomor 238/KEP/HK/2021 untuk Kades Meoain. Tiga keputusan ini diubah dengan keputusan penggantinya.

Sayangnya, satu dari empat kades yang diberhentikan sementara itu tidak mau menerima perubahan keputusan itu. “Saya kan sudah dikasih SK. Kenapa dikasih lagi SK untuk merubahnya. Sehingga saya menolak, dan tidak mau menerima SK yang baru lagi,” kata Julius Elimanafe ketika dikonfirmasi TIMEX, Minggu (6/6).

Menurut, Julius, sepekan pasca dirinya dilantik dan diberhentikan, pada Jumat (4/6), ada selembar surat pengantar bersama lampiran keputusan Bupati Rote Ndao yang disodorkan kepadanya. Namun, karena merasa tidak membutuhkan perubahan terhadap keputusan yang sudah diterima, sehingga dirinya memilih untuk tidak menerima. Penolakannya itu ditunjukan dengan tidak membubuhkan tanda-tanganya pada surat pengantar bernomor 140/341.a/DPMD.5.2.

“Beta sonde baca isi suratnya. Tapi di pengantarnya ada tulis tentang perubahan keputusan. Jadi saya bilang, kan sudah ada SK, mengapa dirubah lagi,” kata Julius, dengan mengatakan, pihaknya sudah mengadukan ke Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao.

BACA JUGA: Usai Dilantik Langsung Berhentikan, 4 Kades Terpilih Diganti Penjabat

“Karena kami terbatas dengan pengetahuan, sehingga masalah ini sudah diadukan ke Komisi A DPRD. Dan biarlah lembaga itu mengurusnya dengan pemerintah. Jangan sampai ada pertimbangan lain. Kan kita harus tunggu dulu prosesnya,” ujarnya.

Perubahan atas SK pemberhentian sementara terhadap empat kades itu lantaran ada kesalahan penulisan tanggal. Pada SK sebelumnya tertanggal 27 Mei 2021 atau lebih cepat sehari dari tanggal pelantikan. Sementara yang benar harusnya tertanggal 28 Mei 2021, yakni sesuai tanggal pelantikan kades tersebut.

Kelalaian itu diduga dilakukan staf pada Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao. Atas kesalahan tersebut, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, dalam waktu dekat, pihak Dinas PMD akan diperiksa Inspektorat Rote Ndao.

Kades yang menerima perubahan itu mengaku tidak menpersoalkan kesalahan pada penulisan tanggal. Sebab, tanggal yang ditulis tangan itu bukan sebagai substansi yang harus dipermasalahkan. “Untuk kesalahan tanggal, saya pikir bukan substansi. Jadi itu biasa, bukan suatu hal yang luar biasa. Jadi wajarlah kalau ada kesalahan. Karena tanggalnya ditulis tangan, dan ini manusiawi,” kata Jeki Darius Seni, Kades Tesabela, satu dari empat kades yang diberhentikan sementara.

Menurut Jeki, namanya manusia, tak pernah luput dalam hal berbuat kekeliruan. Sehingga terhadap kesalahan penulisan tanggal tersebut, dirinya menerima sebagai sebuah kekeliruan yang tidak berdampak pada substansi keputusan.

“Saya sudah terima perubahan keputusanya. Karena yang dirubah hanya tanggal bukan isinya. Sehingga kekeliruan itu bukan kesalahan fatal yang harus diperdebatkan,” kata Jeki, yang mengaku menerima salinan SK pada Jumat (4/6).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TIMEX, selain Jeki, dua rekan kades yang diberhentikan sementara pun telah menerima perubahan terhadap keputusan tersebut. Masing-masing, Yapi G. Tandu, Kades Meoain, dan Dance M. Nggebu, Kades Lentera. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top