Kunjungi Rutan, Kajari TTU Bagi Alkitab dan Imbau Tahanan Dekatkan Diri dengan Tuhan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi Rutan, Kajari TTU Bagi Alkitab dan Imbau Tahanan Dekatkan Diri dengan Tuhan


SERAHKAN. Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila saat menyerahkan Alkitab kepada para tahanan di Rutan Mapolres TTU, Jumat (4/6). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kunjungi Rutan, Kajari TTU Bagi Alkitab dan Imbau Tahanan Dekatkan Diri dengan Tuhan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), Roberth Jimmy Lambila mengunjungi para tahanan yang menjalani hukuman di ruang tahanan Mapolres TTU, Jumat (4/6).

Dalam kunjungan tersebut, Kajari Roberth yang didampingi Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Foeh, Kasi Pidsus, Andrew Keya juga membagikan Alkitab kepada para tahanan yang beragama Kristen dan Katolik. Sebanyak 27 tahanan dengan rincian 16 tahanan jaksa dan 11 tahanan penyidik Polres TTU mendapat kunjungan Kajari Robert dan rombongan.

“Tujuannya adalah menjadikan hukum dimata mereka (tahanan) menjadi lebih bermartabat dan humanis. Bukan lagi menjadi sesuatu hal yang menakutkan bagi setiap tahanan dalam kasus apapun dan mereka adalah saudara kita,” ungkap Roberth usai menemui para tahanan.

Menurut Roberth, saat ini Kejari TTU tidak lagi memandang para tahanan sebagai seseorang yang bersalah namun dianggap sebagai saudara. “Penegakan hukum bukanlah menjadi sesuatu momok yang menakutkan bagi setiap tahanan, namun dengan peristiwa ini menunjukan bahwa hukum di wilayah Kejari TTU telah berubah menjadi lebih bermartabat dan humanis,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, kata Roberth, dirinya selaku Kajari TTU memberikan penguatan iman, agar tabah, sabar, dan iklas menghadapi proses hukum yang saat ini dijalani.

Proses hukum yang dialami itu, lanjut Kajari Roberth, harus dimaknai sebagai suatu peristiwa iman, bukan dipandang sebagai suatu hukuman yang diberikan oleh Tuhan atas manusia melalui aparat penegak hukum.

“Peristiwa ini jangan dianggap sebagai hukuman dari Tuhan yang diberikan melalui jaksa ataupun polisi. Tapi pandanglah sebagai suatu peristiwa iman agar menjadi lebih baik lagi dari saat ini menuju perubahan,” imbaunya.

Roberth juga meminta kepada 27 tahanan di Rutan Mapolres TTU, agar lebih mendekatkan diri lagi kepada Tuhan agar diberikan pengampunan atas perbuatannya dan renungkanlah peristiwa ini serta lebih banyak membaca firman Tuhan.

Kajari juga mengimbau para tahanan agar jangan percaya apabila ada oknum-oknum yang mengatasnamakan jaksa atau Kajari menjanjikan dapat membantu meringankan hukuman dengan imbalan-imbalan tertentu berupa uang dan barang. Apabila itu terjadi segera melaporkan kepada pihak kejaksaan

“Percayalah bahwa kejaksaan sekarang sudah berubah. Kami akan menuntut secara obyektif berdasarkan bukti dan fakta yang ada dengan tetap mempertimbangkan perbuatan terdakwa. Hal-hal yang meringankan dan memberatkan serta memperhatikan rasa keadilan masyarakat,” terangnya.

Kajari Roberth kembali menegaskan bahwa proses hukum yang dilakukan Kejari TTU saat Ini merupakan bentuk penegakan hukum yang bermartabat dan humanis. “Para Tahanan juga adalah saudara kita, hukum tetap ditegakkan, tetapi kemanusiaan jangan hilang,” tegasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top