Dumul Djami: Vaksinasi Tenaga Pendidik jadi Faktor Penentu KBM Tatap Muka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dumul Djami: Vaksinasi Tenaga Pendidik jadi Faktor Penentu KBM Tatap Muka


Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Dumuliahi Djami. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PENDIDIKAN

Dumul Djami: Vaksinasi Tenaga Pendidik jadi Faktor Penentu KBM Tatap Muka


Sudah 60 Persen Tenaga Pendidik di Kota Kupang Ikut Vaksin Covid-19

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami menegaskan, bahwa salah satu syarat agar sekolah bisa menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka adalah vaksinasi tenaga pendidik.

Dumul menjelaskan, dasar yang dipakai adalah SKB empat menteri tahun 2021. Ini agak berbeda dari ketentuan pada SKB empat menteri terdahulu, yang menekankan pada zona, sementara SKB yang terbaru lebih menekankan pada jumlah tenaga pendidik yang sudah divaksinasi, sehingga menjadi salah satu syarat untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Jadi syarat utama adalah berapa jumlah guru yang sudah divaksinasi. Dari jumlah guru SD di Kota Kupang sebanyak 2.338, guru SMP berjumlah 1.509 orang, dan TK 722 orang. Dari jumlah itu, baru sekitar 60 persen guru yang sudah menerima vaksin, sementara 40 persen lainnya belum,” ungkap Dumul.

Dumul mengatakan, demi memaksimalkan pelayanan vaksinasi untuk guru di kota, Dinas Pendidikan membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk bisa memprioritaskan pelayanan vaksinasi bagi para tenaga pendidik. “Jadi semua tenaga pendidik juga diimbau untuk mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat, baik itu Puskesmas maupun rumah sakit untuk segera menerima pelayanan vaksin,” tegasnya.

Dumul menargetkan, pada Juni ini semua tenaga pendidik di Kota Kupang sudah harus terlayani vaksin Covid-19. Kalau memang ada tenaga pendidik yang mempunyai riwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung, dan sementara hamil, maka tidak dipersoalkan karena memang sesuai dengan ketentuan mereka tidak bisa divaksin.

“Tetapi kalau ada guru yang dengan sengaja tidak ingin divaksin maka mereka tidak diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka langsung tetapi harus tetap menggunakan metode daring,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sesuai ketentuan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan, Juli mendatang sudah dilakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka tetapi dengan catatan bagi sekolah yang gurunya sudah divaksin.

“Prinsipnya sekolah-sekolah di Kota Kupang semua sudah siap dan saat ini juga sementara melengkapi protokol kesehatan. Ketika sudah ada sekolah yang siap, maka dapat melaporkan kepada dinas untuk segera diperiksa, jika memang sekolah tersebut sudah siap, dinas akan mengeluarkan rekomendasi untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka terbatas,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kegiatan tatap muka terbatas maksudnya tidak bisa secara keseluruhan siswa masuk 100 persen, tetapi harus dibagi dua, agar jangan terjadi kerumunan. Prinsipnya jangan sampai membahayakan anak-anak. “Data sampai saat ini, untuk sekolah negeri sekitar 10 persen yang sudah siap, sementara sekolah swasta ada 20 sampai 30 persen yang siap,” kata Dumul.

Jadi, untuk tahun ajaran baru 2021, sekolah di kota Kupang tidak semua dengan serta-merta menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka. Hanya bagi sekolah yang sudah siap, dan sudah memenuhi semua syarat yang ada.

Dumul menegaskan, sekolah yang menggelar KBM tatap muka harus memenuhi syarat protokol kesehatan, yakni semua guru sudah harus divaksin, tersedia sarana pendukung penerapan protokol kesehatan seperti wadah mencuci tangan, pemeriksaan suhu, ketat pemakaian masker, dan yang terakhir adalah persetujuan orangtua siswa.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja mengatakan, Komisi IV sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, bahwa tentang instruksi dari Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan belajar tatap muka, semua tenaga pendidik harus divaksinasi.

“Jadi, Dinas Kesehatan harus melakukan vaksinasi terpusat di sekolah-sekolah, supaya guru itu datang dan dilayani. Dan perlu diingat bahwa sebelum melaksanakan kegiatan belajar tatap muka perlu adanya studi kelayakan gedung sekolah,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini menyatakan, pasca badai Seroja, ada banyak sekolah yang terdampak, dimana kondisi bangunan fisik sekolah juga banyak yang rusak sehingga pihak Dinas Pendidikan harus memastikan bahwa gedung sekolah tersebut layak atau tidak untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar. “Dinas Pendidikan harus bergerak cepat untuk melakukan koordinasi lintas OPD, agar rencana kegiatan belajar tatap muka bisa dipersiapkan secara baik,” pintanya.

Richard juga meminta pihak sekolah agar menerapkan metode pembelajaran kreatif untuk mendekatkan dan kembali mengenalkan lingkungan sekolah serta mendekatkan kembali siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan sekolah dan dengan teman-teman mereka.

“Jadi Dinas Pendidikan juga harus berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD sebagai mitra, agar bisa turun bersama-sama ke sekolah-sekolah dan memastikan bahwa sekolah tersebut sudah siap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka dengan aman,” tandas Richard. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top