Wabup TTU Kukuhkan 45 Poktan, Kadistanbun: Permudah Dapat Kartu Tani | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Wabup TTU Kukuhkan 45 Poktan, Kadistanbun: Permudah Dapat Kartu Tani


PENGUKUHAN. Wabup TTU, Eusabius Binsasi saat mengukuhkan sebanyak 45 Poktan bertempat di aula kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Wabup TTU Kukuhkan 45 Poktan, Kadistanbun: Permudah Dapat Kartu Tani


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Wakil Bupati (Wabup) TTU, Eusabius Binsasi mengukuhkan sebanyak 45 Kelompok Tani (Poktan) di wilayah setempat secara terpusat yang berlangsung di aula Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU, Senin (7/6).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) TTU, Gregorius Ratrigis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kris Nggadas, para penyuluh pertanian dan badan pengurus masing-masing Poktan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU, Gregorius Ratrigis kepada TIMEX, Senin (7/6) mengatakan, kegiatan pengukuhan tersebut merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan selama ini di beberapa kecamatan yang terbagi di tiga lokasi.

Dikatakan, pekan lalu, Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU mengukuhkan sebanyak 32 Poktan yang terpusat di Desa Sapaen, Kecamatan Biboki Utara. Setelah itu, pengukuhan sebanyak 23 Poktan di Desa Humusu Oekolo, Kecamatan Insana Utara. “Pengukuhan Kelompok Tani yang terpusat di aula kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan ini paling banyak yakni 45 kelompok tani,” kata Gregorius.

Gregorius menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan agar setiap petani di TTU dapat memperoleh Kartu Tani demi memudahkan akses mendapatkan pupuk bersubsidi.

Gregorius menjelaskan, Poktan yang baru dikukuhkan tersebut keanggotaannya akan diinput ke Aplikasi Simultan milik Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan mudah diakses setiap orang. Bahkan, petani juga dimudahkan memperoleh kebutuhan obat-obatan pertanian lainnya.

“Untuk Kabupaten TTU saat ini sudah sebanyak 1.500 kelompok tani yang sudah dikukuhkan. Ada kelompok yang baru kelas pemula, kelas lanjut dan kelas madia,” jelasnya.

Gregorius berharap masyarakat yang sudah tergabung dalam Poktan dan sudah dikukuhkan tidak keluar lagi, sebab apabila keluar maka tidak bisa masuk ke Poktan yang baru.

“Setiap kelompok harus terbiasa dan perbedaan-perbedaan di dalam kelompok tani harus kita hilangkan dengan menambah volume kegiatan bertani,” pintanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top