Proyek DAK di TTU Terancam Gagal, Kontraktor Minta Jaksa Lidik Alur Uang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proyek DAK di TTU Terancam Gagal, Kontraktor Minta Jaksa Lidik Alur Uang


ILUSTRASI. Jalan hotmix di Kabupaten TTU. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Proyek DAK di TTU Terancam Gagal, Kontraktor Minta Jaksa Lidik Alur Uang


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Proyek peningkatan jalan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terancam gagal. Pasalnya, sampai saat ini, kontraktor pelaksana, yakni PT Timor Indah Mandiri belum memulai aktifitas kegiatan. Kendala yang disampaikan pihak kontraktor adalah karena dananya belum cair.

Sesuai data yang berhasil dihimpun TIMEX, proyek peningkatan jalan Banulu-Unina dan ruas jalan Fauthaen-Fatualam sudah teken kontrak antara PPK dengan kontraktor pelaksana pada akhir Maret 2020 lalu.

Direktur PT Timor Indah Mandiri, Sirilius Mau Tallo kepada media ini, Selasa (8/6) mengatakan, pihaknya belum memulai aktivitas lantaran dinas teknis belum merealisasikan uang muka untuk tahap awal pekerjaan peningkatan ruas jalan tersebut.

Karena itu, kata Sirilius, proyek ruas jalan yang dibiayai melalui DAK PUPR TTU terancam gagal dikerjakan mengingat waktu pelaksanaan sudah hampir selesai.

“Kedua paket peningkatan jalan ini pasti gagal. Jangka waktu pelaksanaan sudah mau selesai tapi kita belum bisa kerja karena kendala keuangan. Uang muka belum cair sampai sekarang. Padahal kami sudah ikat kontrak dua bulan yang lalu,” tukas Sirilius.

Sirilius juga meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) untuk melirik kasus ini. Pasalnya, kebijakan pemerintah daerah melalui dinas teknis sangat merugikan kontraktor. “Kalau bisa jaksa lidik saja alur uang ini biar jelas. Apalagi proyek ini terancam gagal,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR TTU, Yanuarius Salem ketika dikonfirmasi Selasa (8/6) mengatakan, dua paket pekerjaan peningkatan ruas jalan di TTU hingga kini belum berjalan karena belum dilakukan pembayaran uang muka kepada pihak kontraktor.

Adapun kendala yang dialami oleh dinas teknis lantaran sampai dengan saat ini, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) TTU masih melakukan review anggaran di Inspektorat Daerah (Ipda) setempat. “Kita belum bayar uang muka kepada kontraktor karena BKA masih review anggaran di Inspektorat Daerah,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top