Bupati Matim Sampaikan Hal Ini Saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSP Watunggong | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Matim Sampaikan Hal Ini Saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSP Watunggong


PELETAKAN BATU PERTAMA. Bupati Matim, Agas Andreas (tengah) bersiap untuk melakukan peletakan batu pertama pembangungan RSP Watunggong di Desa Golo Ngawan, Kecamatan Congkar, Kamis (10/6). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Matim Sampaikan Hal Ini Saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSP Watunggong


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) di Watunggong, Desa Golo Ngawan, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung RSP itu oleh Bupati Matim, Agas Andreas, Kamis (10/6).

Acara peletakan batu pertama itu dihadiri pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Matim, Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang Agas, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat Congkar, pihak Bank NTT, kontraktor pelaksana, Aci Susan, sejumlah kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh adat setempat.

Hadir juga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Mikael Adeodatus Ampur, konsultan perencana dan pengawas, sejumlah tenaga kesehatan, dan sejumlah masyarakat. Rombongan bupati yang tiba di lokasi kegiatan diterima secara adat setempat.

Lokasi proyek RS type D ini tidak jauh dari Puskesmas Afirmasi Watunggong. Acara peletakan batu pertama itu, diawali dengan acara ritual adat dengan menyembelih seekor babi dan kambing. Darahnya lalu ditetes di atas batu, campuran semen, dan alat kerja. Dilanjut dengan ibadat sabda pemberkatan batu oleh Romo Ferdinandus Usman.

“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan RS Pratama. Kita semua berdoa, agar bangunan ini nanti kokoh dan dalam pelaksanaanya berjalan lancar,” ujar Bupati Agas

Dirinya percaya kepada kontraktor pelaksana, bahwa pembangunan RSP Watunggong bisa dikerjakan dengan baik dan berkualitas. Dimana, PT Floresco Aneka Indah, terbukti sudah mengerjakan bangunan RSUD Borong di Lehong. Hasilnya pun, membanggakan dan sudah dimanfaatkan.

“Saya percaya kontraktor pelaksana untuk RS Pratama ini bisa kerja dengan baik. Kita berdoa, agar tidak ada halangan dalam pelaksanaan, sehingga bisa selesai tepat waktu. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat di sini yang sudah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan fasilitas kesehatan ini,” ucapnya.

Bupati Agas juga mengaku bangga dengan masyarakat di Watunggong yang telah ikut merebut kebahagiaan yang ada. Apalagi penyerahan tanah tidak ada ganti rugi. Biasanya yang memberikan dengan tulus, pasti selalu dilimpahkan rezeki. Tentu pembangunan fasilitas kesehatan ini untuk meningkatkan kualitas derajat kesehatan manusia.

“Ini kita bangun rumah untuk sehat. Selain meningkatkan kualitas derajat kesehatan manusia, juga peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Nantinya, rumah sakit ini akan melayani rawat inap, rawat jalan, serta penunjang lainnya,” ungkap Bupati Agas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Mikael Adeodatus Ampur yang ditemui di sela-sela acara menjelaskan, pembangunan RSP itu dikerjakan oleh PT Floresco Aneka Indah. Konsultan Pengawas, CV Widra 4. Bangunan utama RS Pratama itu memiliki ruang IGD, rawat jalan, bedah, lab dan radiologi, juga ruang farmasi. Anggaranya sebesar Rp 18.671.765.0000.

Selain itu, di lokasi yang sama dilaksanakan paket pembangunan penunjang, yakni pembangunan gedung rawat inap. Kapasitasnya ada 10 ruangan dengan 50 tempat tidur. Dimana kontraktor pelaksananya PT Komodo Alam Lestari, dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.549.581.900. Sementara konsultan pengawasnya, CV. Widra 4.

“Semua anggaran dari dua paket pekerjaan ini bersumber dari DAK reguler tahun 2021. Ada dua paket penunjang juga yang saat ini masih dalam proses lelang, yakni bangunan Ipal sebesar Rp 1,6 miliar dan pembangunan incinerator. Waktu pelaksanaan untuk paket proyek RS Pratama dan pembangunan penunjang, selama 120 hari kalender,” ucap Mikael.

Sementara kontraktor pelaksana PT Floresco Aneka Indah, Aci Susan, kepada Timex mengaku optimistis pekerjaan RSP Watunggong bisa selesai tepat waktu. Tentu pihaknya bekerja dengan mengedepankan mutu. Ada pun tantangan, yakni saat pendropingan material.

“Tantangan kita ya, saat pendropingan material dengan kondisi jalan masuk ke Watunggong. Kita bawa batu pecahnya dari lembor dan pasir dari Wae Reno. Tapi kita optimis, bisa selesai tepat waktu hingga Desember mendatang,” kata Aci Susan. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top