Terkait Polemik Salah Tanggal di SK Pemberhentian Kades, Kadis PMD Siap Terima Saknsi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terkait Polemik Salah Tanggal di SK Pemberhentian Kades, Kadis PMD Siap Terima Saknsi


TEGAS. Kadis PMD Rote Ndao, Yames M. K. Therik (kiri) didampingi Sekretarisnya, Ronald H. Taulo (tengah) saat ditemui di Kantor Bupati Rote Ndao, Rabu (9/6). Yames menegaskan kesiapanya untuk menerima sanksi administrasi terkait kelalaian penulisan tanggal pada SK Bupati untuk pemberhentian Kades usai pelantikan. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Terkait Polemik Salah Tanggal di SK Pemberhentian Kades, Kadis PMD Siap Terima Saknsi


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, Yames M. K.Therik menyatakan siap menerima sanksi administrasi terkait dengan kelalaian penulisan tanggal pada Surat Keputusan (SK) Bupati pemberhentian kepala desa terpilih usai dilantik belum lama ini.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara, kami siap diberi sanksi. Sanksinya tentu sanksi administrasi,” tegas Yames Therik saat ditemui TIMEX, di Kantor Bupati Rote Ndao, Rabu (8/6).

Yames menjelaskan, sesuai register produk hukum yang dikeluarkan oleh bagian hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Rote Ndao, teregister pada 28 Mei 2021. Dengan data waktu tersebut, diterbitkan empat keputusan Bupati Rote Ndao, untuk memberhentikan sementara Kades Tolama, Tesebela, Lentera, dan Meoain. Kemudian mengangkat Penjabat Kades setelah pemberhentian tersebut dilakukan.

Keputusan Bupati, tersebut, secara berurutan dengan Nomor: 235/KEP/HK/2021 (Tolama), 236/KEP/HK/2021 (Tesabela), 237/KEP/HK/2021 (Lentera), dan nomor 238/KEP/HK/2021 (Meoain). Namun demikian, tanggal yang tercantum pada empat keputusan itu mendahului tanggal penerbitan, yang tertulis tanggal 27 Mei 2021 atau sehari lebih awal.

“Untuk hal ini, kami tetap bertanggung jawab. Dan saya juga sudah melaporkan terhadap pimpinan,” kata Yames yang mengaku kasalahan penulisan tanggal tersebut merupakan kekeliruan pihaknya.

“Ada kekeliruan kami di dinas dalam menulis tanggal pemberhentian sementara empat kades, yaitu Tolama, Tesabela, Lentera, dan Meoain. Sebenarnya tanggal 28 Mei 2021, tetapi kami menulisnya dengan tanggal 27 Mei 2021,” akunya.

Terhadap kekeliruan tersebut, Yames mengaku tidak bermaksud membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya hal tersebut murni kekeliruan. Dirinya tetap bertanggung jawab dan siap menerima sanksi dari pimpinan. “Ini murni kekeliruan kami, dan tidak bermaksud membuat kegaduhan. Tetapi kami tetap bertanggung jawab untuk menerima sanksi administrasi terhadap kejadian ini,” tegasnya. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top