Uji Petik Penerima Tandon di Rumah Pribadi Sekda, Pansus LKPj Soroti Sasaran Penerima | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Uji Petik Penerima Tandon di Rumah Pribadi Sekda, Pansus LKPj Soroti Sasaran Penerima


UJI PETIK. Tim Pansus LKPj Wali Kota Kupang tahun 2020 sementara memantau bantuan tandon di rumah pribadi Sekda Kota Kupang, Kamis (10/6). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

POLITIK

Uji Petik Penerima Tandon di Rumah Pribadi Sekda, Pansus LKPj Soroti Sasaran Penerima


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Kupang tahun 2020 mempertanyakan sasaran penerima bantuan tandon air yang dibagikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tahun 2020. Tandon yang diadakan itu sebanyak 94 tandon dengan anggaran sebesar Rp 600 juta lebih.

Ketua Pansus DPRD Kota Kupang, Tellendmark Daud mengatakan, sesuai data yang diterima tim pihaknya, penerima tandon bernama Moses Ga Lomi, dengan alamat Oetete.

“Pansus berkoordinasi dengan BPBD Kota Kupang untuk melakukan uji petik di lapangan untuk menguji apakah benar atau tidak dia menerima tandon tersebut. Ternyata yang ditunjuk adalah rumah tua dari Sekretaris Daerah Kota Kupang,” katanya.

Dia mengatakan, ketika menemukan hal ini Pansus juga merasa bingung dan langsung bertanya kenapa sampai Sekda tidak ada dalam daftar nama penerima bantuan tetapi tandon tersebut ada di rumah pribadi Sekda.

“Jadi menurut penjelasan petugas BPBD bahwa yang menerima waktu itu, posisinya saat itu sebagai polisi pamong praja yang bertugas di rumah Sekda sebelum Sekda pindah ke rumah jabatan sehingga dia yang menerima tandon tersebut,” katanya.

Tellend menjelaskan, ketika Pansus masuk ke halaman rumah tersebut juga tidak melihat adanya tandon di luar dan mungkin ditempatkan di dalam.

Politikus Partai Golkar ini menilai bahwa bantuan ini tidak tepat sasaran. Harusnya diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki bak penampungan air, sehingga ketika musim kering tandon tersebut bisa difungsikan.

Tellend melanjutkan bahwa semua hasil temuan Pansus yang ditemukan dalam uji petik ini akan direkomendasikan kepada pemerintah, dan mungkin akan diminta kepada aparat pengawas internal pemerintah untuk melakukan audit investigasi. Tujuannya untuk memastikan benar atau tidak bantuan tersebut sudah sesuai atau tepat sasaran.

“Perlu diingat bahwa bantuan ini juga bukan hanya digunakan untuk satu orang tetapi digunakan beberapa KK untuk mengisi air dan digunakan bersama,” katanya.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensi Funay saat dikonfirmasi terkait dengan hal ini, mengatakan, memang benar dirinya yang meminta bantuan kepala BPBD untuk memberikan bantuan tandon air, karena pada saat itu dirinya bersama keluarga masih tinggal di rumah pribadi dan belum menempati rumah jabatan Sekda.

“Karena saat itu kami masih tinggal di rumah pribadi dan belum menempati rumah jabatan dan kondisi di rumah pribadi tersebut memang membutuhkan tandon untuk menampung air karena bak yang ada bocor dan tidak bisa digunakan lagi,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan data Pol PP yang didata sebagai penerima, hal ini memang karena pada saat itu dia sementara bertugas di rumah pribadi.

Fahrensi juga meminta maaf kepada seluruh tim Pansus apabila ketika turun ke rumah pribadinya tidak dibukakan pintu atau tidak bisa melihat tandon tersebut karena yang menempati rumah tersebut orangtua sendiri.

Dia mengaku, bantuan tersebut masih ada di rumah pribadinya, dan digunakan untuk menampung air. “Saya minta maaf karena tidak bisa menunjukkan tandon tersebut kepada tim Pansus karena memang yang ada di rumah orang tua, tetapi tandon tersebut diminta pada saat belum menempati rumah jabatan dan kondisi saat itu memang membutuhkan tandon untuk menampung air,” ujarnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top