Pemkab Matim Berubah Pikiran, Batal Pinjam Dana di PT SMI dan Beralih ke Bank | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Berubah Pikiran, Batal Pinjam Dana di PT SMI dan Beralih ke Bank


BUTUH PENANGANAN. Salah satu titik kerusakan pada ruas jalan menuju Watunggong. Gambar diabadikan Kamis (10/6). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Matim Berubah Pikiran, Batal Pinjam Dana di PT SMI dan Beralih ke Bank


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) berubah pikiran, dimana proses panjang pembahasan terkait rencana meminjam dana ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terpaksa dibatalkan. Padahal awalnya, Pemkab Matim akan meminjam dana senila Rp 150 miliar.

“Pinjaman dana itu tetap dilakukan. Tapi kita batal pengajuan pinjam ke SMI dan kita memilih untuk pinjam di Bank NTT,” ujar Bupati Matim, Agas Andreas saat ditemui TIMEX di Watunggong, Desa Golo Ngawan, Kecamatan Congkar, Kamis (10/6) siang.

Menurut Bupati Agas, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Bank NTT di Kupang, untuk rencana pinjaman tersebut. Tentu juga, ada pertimbangan logis yang membuat Pemkab Matim batal mminjam ke PT SMI. Pinjaman itu dilakukan untuk kepentingan pembangunan fisik di Matim, baik itu pembangunan jalan dan sarana air minum.

“Kita rencana pinjam sebesar Rp 150 miliar ke bank milik masyarakat NTT, yakni Bank NTT. Anggaran itu nanti kita alokasikan semuanya untuk pembangunan fisik,” bilangnya.

Bupati Agas mengatakan, tidak menutup kemungkinan, pinjaman dana ke Bank NTT itu besarnya bisa lebih dari Rp 150 miliar. Karena dalam konsep, Pemkab akan bangun jembatan di hilir kali Wae Musur dengan menggunakan dana pinjaman. Namun untuk sementara, Pemkab Matim masih konsentrasi dengan pengajuan pinjaman Rp 150 miliar.

Nantinya, kata Bupati Agas, dana sebesar Rp 130 miliar akan dipakai membiayai pembangunan infrastruktur jalan raya. Salah satu ruas jalan yang sudah direncanakan dari dana pinjaman itu, yakni pembangunan jalan hotmix dari Dangka Mangkang, Kecamatan Lamba Leda Selatan-Watunggong, Kecamatan Congkar. Dimana saat ini, kondisi jalan pada ruas jalan tersebut, sudah rusak.

Anggaranya diperkirakan mencapai puluhan miliar. Selain itu, ruas jalan yang nantinya diintervensi dengan dana pinjaman itu, yakni pembangunan hotmix pada ruas jalan Simpang Tangkul-Benteng Jawa, ruas jalan Benteng Jawa-Satar Teu, ruas jalan Kembur-Metuk, ruas jalan Nanga Baras-Watu Ngong, dan uas jalan Sok-Wae Care.

“Untuk bangun jalan hotmix dari Bangka Mangkang sampai Watunggong, kita perkirakan sebesar Rp 30 – Rp 50 miliar. Dari dana pinjaman itu nanti, sebesar Rp 20 miliarnya kita rencana bangun sarana air minum bersih (AMB) dalam wilayah Kota Borong. Semua kita sudah masuk dalam APBD 2021,” katanya.

Sementara itu, pada Kamis (10/6) petang, ruas jalan dari Dangka Mangkang-Biting-Colol-Lok Pahar-Watunggong, kondisinya rusak dan butuh perbaikan segera. Tingkat kerusakan paling parah, tampak di sejumlah titik dari Dangka Mangkang hingga Simpang Tangkul. Selain dari Colol-Lok Pahar sampai Watunggong. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top