Japnas NTT Tolak Wacana Pemberlakuan Pajak Sembako, Fahmi Beber Alasannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Japnas NTT Tolak Wacana Pemberlakuan Pajak Sembako, Fahmi Beber Alasannya


Ketua Umum Japnas NTT, Fahmi Abdulahi. (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Japnas NTT Tolak Wacana Pemberlakuan Pajak Sembako, Fahmi Beber Alasannya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Rencana pemerintah memberlakukan pajak sembako bagi masyarakat beberapa waktu mendapat mendapat tanggapan serius bahkan penolakan dari Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTT , Fahmi Abddullahi. Pasalnya aturan pajak Sembako yang bakal diberlakukan pemerintah sangat kontraproduktif dengan niat pemerintah meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat selama ini.

“Kalau pemerintah memberlakukan pajak sembako bagi pengusaha, jelas pengusaha akan menaikan harga jual kepada masyarakat karena pengusaha tidak ingin dirugikan dari pemberlakuan pajak sembako nanti. Dengan demikian dampak negatif yang paling dirasakan adalah customer atau masyarakat kecil yang akan membeli sembako. Bagi Japnas, jika aturan ini diberlakukan maka ini sesuatu yang sangat kontraproduktif,” jelas Ketua Umum Japnas NTT di Kefamenanu saat dimintai komentarnya Minggu (13/6) sore.

Japnas NTT, kata Fahmi, secara tegas menolak rencana pemerintah dimaksud karena aturan dimaksud tidak berpihak kepada masyarakat ekonomi kecil. Pemerintah diminta untuk secara bijaksana melihat kembali rencana pemberlakukan pajak sembako, da kepada para pengusaha sembako agar tidak mengganggu keseimbangan rantai ekonomi ke depan.

“Japnas adalah bagian dari masyarakat, baik pengusaha sembako maupun masyarakat kecil yang setiap saat pasti berurusan dengan kebutuhan sembako. Kami tidak ingin customer menjadi korban yang berat dari aturan pemerintah. Jadi Japnas secara tegas menolak rencana memberlakukan pajak sembako,” tegas Fahmi.

Fahmi bahkan meminta DPR selaku repsentasi masyarakat ikut menunjukan keberpihakan kepada masyarakat kecil dengan menolak rencana pemerintah memberlakukan pajak sembako ke depan. Japnas NTT, lanjut Fahmi, akan terus berjuang jika aturan pajak Sembako dikenakan kepada masyarakat kedepan.

BACA JUGA: Beras Kena Pajak, Pedagang Bilang Susah Su Datang

“Untuk kepentingan banyak orang apalagi itu menyangkut kepentingan masyarakat kami akan terus berjuang agar pemerintah membatalkan rencana pemberlakuan pajak sembako yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dan karena itu kami minta bapak dan ibu wakil rakyat untuk bersama-sama Japnas memperjuangkan nasib masyarakat kecil ke depan, terutama yang berkaitan dengan pemberlakuan pajak Sembako nanti,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum DPD Kadin NTT, Bobby Lianto menyatakan, jika benar wacana pajak sembako diberlakukan pemerintah, maka yang sangat dirugikan adalah masyarakat ekonomi kecil. Sebab menurut Bobby, sembako merupakan kebutuhan utama seluruh masyarakat yang setiap saat dibutuhkan.

“Masyarakat ekonomi menengah ke atas pasti tidak terlalu merasakan dampak dari wacana pemberlakukan pajak sembako. Justru yang paling merasakan adalah masyarakat ekonomi kecil.Jadi kami minta pemerintah secara bijak mempertimbangkan secara matang jika ingin memberlakukan aturan itu,” kata Bobby.

Bobby menilai, rencana pemerintah memberlakukan aturan pajak sembako karena punya dasar pertimbangan, namun sebaiknya mempertimbangkan lebih dalam lagi sehingga pemberlakuan aturan dimaksud di terima semua lapisan masyarakat. “Kami yakin pemerintah pasti punya argumentasi yang logis untuk kemajuan pembangunan masyarakat pula. Jadi bagi kami kita tunggu saja, apakah wacananya akan benar dilaksanakan atau tidak karena kami yakin pasti pemerintah juga tidak ingin mempersulit kesejahteraan masyarakatnya sendiri,” ujar Bobi Lyanto. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top