Jika Pemerintah Terapkan Pajak Pendidikan, Begini Respon Kepala SD-SMP Plus ATTIN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jika Pemerintah Terapkan Pajak Pendidikan, Begini Respon Kepala SD-SMP Plus ATTIN


Kepala SD dan SMP Plus ATTIN, Syarif Mamang. (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PENDIDIKAN

Jika Pemerintah Terapkan Pajak Pendidikan, Begini Respon Kepala SD-SMP Plus ATTIN


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Wacana pemerintah menerapkan pajak untuk pendidikan menuai beragam pendapat publik, baik secara nasional maupun tingkat lokal NTT. Salah satunya respon Kepala SD dan SMP Plus ATTIN, Syarif Mamang.

Secara pribadi, Syarif mengatakan bahwa sebagai pengelola lembaga pendikan, ia menilai rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap jasa pendidikan akan membuat biaya pendidikan semakin mahal. Hal ini tentu berimbas serius pada jasa pendidikan karena mau tidak mau PPN oleh lembaga pendidikan akan dibebankan kepada wali murid dalam hal ini masyarakat. Dengan demikian secara otomatis biaya pendidikan akan semakin mahal dan tinggi.

Untuk diketahui, penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan di Indonesia, khususnya di Kota Kupang sebagian besar dilakukan kalangan swasta, termasuk di SD dan SMP Plus ATTIN.

“Jujur kita sekolah swasta dengan segala keterbatasan mengelola pendidikan saat ini lebih banyak mengharapkan bantuan pemerintah melalui dana BOS, sedangkan kepada orang tua wali murid kita merasa iba dan berat jika seluruh biaya pendidikan dibebankan kepada mereka dengan menaikan SPP dan biaya lainnya,” jelas Syarif Mamang saat ditemui TIMEX di Kupang, Jumat (11/6).

Saat ini saja, kata Syarif, kondisi perekonomian nasional maupun regional mengalami dampak serius akibat pandemi Covid-19. Daya beli masyarakat menurun akibat pendapatan orang tua tidak stabil. Dengan pertimbangan tersebut, jika menaikan SPP rasanya orang tua akan semakin tercekik.

Seharusnya, kata Syarif, konsen pemerintah saat ini adalah bekerja keras memulihkan perekonomian nasional dulu. Ini yang lebih tepat daripada berpikir untuk membuat kebijakan menaikan PPN untuk sekolah yang berimbas pada resahnya orang tua dan penyelenggara pendidikan.

“Saya sih berdoa dan berharap semoga rencana ini tidak terwujud dan perlu dikaji secara matang dan cermat sehingga tidak menimbulkan efek negatif dalam dunia pendidikan. Ini bisa melemahkan peran orang tua dalam memotivasi anaknya untuk sekolah sehingga dimungkinkan angka anak-anak putus sekolah bakal semakin tinggi,” jelasnya.

Namun demikian, tambah Syarif, jika rancangan ini disetujui DPR lalu diberlakukan, mau tidak mau sebagai warga negara yang baik harus ikut dan turuti saja kebijakan itu sambil melihat perkembangan apakah semakin baik atau tidak pendidikan ke depan.

“Yang pasti setiap ada kesulitan pasti ada jalan keluar. Ini lah motto yang selalu saya dengungkan setiap saat di telinga teman-teman guru saya sehingga mereka tidak mati langkah dan tidak mati kreativitas dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang profesional walaupun menghadapi situasi yang sulit,” pungkasnya. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top