Labuan Bajo Jadi Alternatif Tuan Rumah Konferensi Polwan Internasional | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Labuan Bajo Jadi Alternatif Tuan Rumah Konferensi Polwan Internasional


SURVEI. Kadivhubinter Mabes Polri, Irjen Pol Johni Asadoma (kiri) didampingi Kapolres Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo saat tiba di Mapolres Mabar, Senin (14/6). Irjen Johni berada di Labuan Bajo dalam rangka menjajaki kemungkinan penunjukkan daerah itu sebagai lokasi kegiatan Konferensi Polwan Internasional pada September 2021 nanti. (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Labuan Bajo Jadi Alternatif Tuan Rumah Konferensi Polwan Internasional


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat kini sedang dijajaki sebagai salah satu kota yang bakal dijadikan pusat kegiatan Konferensi Polisi Wanita (Polwan) Internasional yang akan berlangsung pada September 2021 mendatang.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter), Mabes Polri, Irjen (Pol) Johni Asadoma kepada TIMEX di Mapolres Mabar, Senin (14/6). “Kita sedang jajaki sekarang bahwa Labuan Bajo bisa menjadi tuan rumah kegiatan konferensi Polwan Internasional atau tidak mengingat Covid-19 belum juga berakhir,” kata mantan Wakapolda NTT ini.

Irjen Johni menjelaskan, ada 10 kota di Indonesia yang kini sedang dijajaki atau disurvei sebagai pusat kegiatan konferensi Polwan Internasional ini, dimana Labuan Bajo salah satu yang ikut disurvei.

Irjen Johni menjelaskan, kegiatan konferensi Polwan Internasional ini bakal menghadirkan sebanyak 300 hingga 500 orang Polwan yang merupakan perwakilan dari 50 negara di dunia.

Menurut dia, alasan Labuan Bajo ikut disurvei sebagai salah satu pusat kegiatan Polwan ini karena daerah tersebut telah ditetapkan sebagai kota super premium untuk pengembangan destinasi wisata kelas dunia oleh pemerintah pusat sehingga semua pihak wajib mendukung.

Kendati demikian, kata Irjen Johni, situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir menyebabkan masih ada waktu untuk bisa survei beberapa daerah lainnya. “Situasi pandemi saat ini bikin kita mesti jajaki daerah lain. Kita harapkan masyarakat tetap taat pada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk bisa segera kita akhiri Covid-19 ini,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Mabar, Paulus Mami kepada media ini menyebutkan, jumlah penderita Covid-19 di Mabar trennya mulai menurun. Hingga kini sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 dalam kondisi parah yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo. Pasien yang ada hanya mereka yang mengalami gejala ringan sehingga bisa menjalani isolasi mandiri di rumah saja.

“Jumlah pasien Covid-19 terus mengalami penurunan sehingga yang gejala ringan kita isolasi di rumah. Umumnya yang terkena Covid-19 itu mereka yang melakukan perjalanan dari luar daerah masuk ke sini (Mabar, Red). Masyarakat sudah mulai taat prokes dan banyak yang sudah vaksin sehingga menjadi alasan tren Covid-19 mulai turun,” jelasnya. (Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top