Vaksinasi Guru di Manggarai Capai 88,65 Persen, Jubir Satgas: 140 Guru Hamil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Vaksinasi Guru di Manggarai Capai 88,65 Persen, Jubir Satgas: 140 Guru Hamil


Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Vaksinasi Guru di Manggarai Capai 88,65 Persen, Jubir Satgas: 140 Guru Hamil


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Jelang tahun ajaran baru dan mendukung persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai terus mengejar pelayanan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh guru/tenaga kependidikan di wilayah itu. Hingga saat ini, sudah 88,65 persen guru yang menerima suntikan vaksin demi mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Dari total 7.269 guru di Kabupaten Manggarai sebagai sasaran vaksinasi, sebanyak 6.444 atau 88,65 persen yang telah menjalani vaksinasi,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Manggarai, Lody Moa, kepada TIMEX di Ruteng, Senin (14/6/21) siang.

Menurut Lody, saat ini Pemkab Manggarai masih fokus melakukan vaksinasi Covid-19 kepada semua guru. Baik itu guru SMA, SMP, SD, dan TK di Manggarai. Guru, lanjut Lody, menjadi prioritas vaksinasi demi mendukung pembelajaran tatap muka bisa dimulai pada Juli 2021 atau bertepatan dengan tahun ajaran baru 2021/2022.

“Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri mengatur bahwa salah satu persyaratan pelaksanaan PTM adalah guru atau tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi. Sehingga di Manggarai dari total sasaran, sisa 825 yang belum divaksin,” ungkap Lody.

Dikatakan, dari 825 guru yang belum menjalani vaksinasi itu sesuai laporan ada yang karena sedang hamil dan menyusui. Dimana ibu guru yang sedang hamil ini sebanyak 140 orang. Sebanyak 298 guru belum divaksin karena alasan penyakit penyerta, dan sebanyak 27 orang karena berstatus penyintas Covid-19. Sebanyak 10 orang guru lainnya sudah pindah, dan tanpa keterangan sebanyak 406 orang.

Tentu saat ini proses kegiatan vaksinasi bagi guru ini, sedang dilakukan oleh petugas kesehatan. Targetnya, Juni atau awal Juli 2021 atau sebelum dilaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), semua guru selesai divaksin. “Untuk stok vaksin masih tersedia AstraZeneca sebanyak 100 vial. Sementara vaksin Sinovac tersedia 162 vial. Dalam satu vial itu bisa untuk 10 orang. Sehingga dua jenis vaksin ini masih bisa untuk disuntikan ke guru di Manggarai,” kata Lody.

Menurut Lody, saat ini vaksinasi belum diberikan pada anak yang usianya di bawah 18 tahun. Sehingga untuk melindungi anak-anak di sekolah, maka guru perlu mendapatkan vaksin. Berharap dengan adanya vaksinasi tersebut, memberikan asa baru bagi siswa untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Lody menegaskan, walaupun belajar tatap muka nantinya sudah dilakukan, bukan berarti metode pembelajaran di sekolah dilakukan seperti biasa. Lody menyebut protokol kesehatan (Prokes) tetap dijaga. Mungkin saja nanti dibuat suatu peraturan soal masuk sekolah tatap muka secara bergilir antarkelas.

“Patut bersyukur, karena di Kabupaten Manggarai sebagian besar guru sudah divaksin. Apresiasi juga untuk para petugas kesehatan yang memberikan pelayanan vaksinasi. Kedepan kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan di kelas, tetapi tetap patuhi Prokes,” tegas Lody.

Lody menambahkan, secara keseluruhan di Manggarai, dari data yang ada, total yang sudah divaksin sebanyak 18.453. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 2.798 orang, ASN (2.034 orang), Guru (6.444 orang), dan sisanya TNI, Polri, tokoh agama, dan lansia. Selanjutnya nanti masyarakat umum. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top