Satuan Narkoba Polres Ngada Amankan Puluhan Jeriken Miras | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Satuan Narkoba Polres Ngada Amankan Puluhan Jeriken Miras


MIRAS SITAAN. Satuan Reserse Polres Ngada berhasil mengamankan puluhan jeriken miras jenis arak di Pasar Malanuza, Kecamatan Golewa, belum lama ini. (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Satuan Narkoba Polres Ngada Amankan Puluhan Jeriken Miras


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Pasca insiden pembunuhan yang terjadi di wilayah Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada beberapa waktu lalu, Polres Ngada melalui Satuan Narkoba melakukan penertiban peredaran minuman keras (Miras) atau minuman beralkohol (Minol) di tiga lokasi. Aparat terpaksa melakukan penertiban ini lantaran kasus pembunuhan itu diduga pemicunya adalah over dosis miras.

Penertiban tersebut dilakukan berdasarkan atensi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Lotharia Latif karena akhir-akhir ini banyak tindak pidana yang dipicu oleh over dosis miras.

Kasat Narkoba Polres Ngada, Ipda Efridus Watu Moi mengatakan, pihaknya melakukan penertiban miras lokal tersebut karena adanya atensi dari Kapolda NTT. Hal itu dilakukan memang karena akhir-akhir ini banyak kejadian tindak pidana yang dipicu oleh minuman keras.

Atas atensi Kapolda NTT itu, lanjut Ipda Efridus, pihaknya sebagai jajaran terdepan langsung melakukan penertiban peredaran miras di pasar-pasar.

Selama tahun 2021, kata Ipda Efridus, pihaknya sudah melakukan operasi penertiban miras sebanyak tiga kali pada tiga pekan lalu. Dari hasil operasi tersebut, Satuan Narkoba Polres Ngada sudah menertibkan sebanyak 45 jeriken miras, dimana setiap jeriken itu berukuran 35 liter.

Ipda Efridus merinci, dari 45 jeriken miras yang diamankan itu, sebanyak 13 jerikan disita di Pasar Jerebuu, dan Pasar Mataloko sebanyak 32 jeriken. Operasi juga dilakukan di Pasar Aimere, namun pihaknya tidak menemukan pedagang yang menjual miras. “Dari penertiban peredaran minuman keras tersebut, hasilnya rata-rata miras jenis arak,” beber Ipda Efridus.

Aipda Efridus menambahkan, saat melakukan operasi, para penjual miras di pasar tidak melakukan perlawanan. “Kami menganjurkan kepada mereka (Para penjual, Red) supaya ada izin untuk jual. Jangan jual secara ilegal seperti ini. Begitu juga dengan produksi. Harus ada izin usahanya, sehingga usahanya legal,” ucapnya. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top