Empat Anggota Polisi Diduga Keracunan Usai Konsumsi Bakso Kota, Begini Kata Pemilik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Empat Anggota Polisi Diduga Keracunan Usai Konsumsi Bakso Kota, Begini Kata Pemilik


TUTUP. Warung Bakso Kota yang berlamat di Jalan W. J. Lalamentik, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (16/6). Warung ini ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan polisi akibat adanya empat pelanggan yang diduga keracunan usai mengonsumsi bakso itu akhir pekan lalu. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Empat Anggota Polisi Diduga Keracunan Usai Konsumsi Bakso Kota, Begini Kata Pemilik


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemilik Bakso Kota, Cristin SP menyatakan siap bertanggung-jawab atas peristiwa yang dialami empat anggota polisi dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTT yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi bakso di warung Bakso Kota beberapa hari lalu.

Cristin juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas kejadian yang terjadi, sebab keracunan yang dialami anggota polisi itu terjadi diluar dugaan dan tidak direncanakan.

“Kami setiap hari nyaris mengomsumsi makanan ini, dan terus terang pelanggan setiap hari juga makan bakso ini. Kemudian siapa mau kasi celaka siapa?” kata Cristin kepada TIMEX, Kamis (17/6).

Cristin mengaku tidak ada maksud bahkan upaya menutup-nutupi atau menyembunyikan karena tidak ada niat untuk mencelakakan orang lain atau pelanggan.

Cristin membenarkan adanya informasi yang beredar terkait peristiwa keracunan yang dialami anggota Polda NTT itu usai mengonsumsi bakso di warung miliknya, hanya ia meminta agar pembuktian itu dilakukan dengan uji laboratorium. Pasalnya, kata Cristin, ada banyak orang yang makan bakso di warung Bakso Kota, tetapi hanya empat orang saja yang mengalami keracunan.

Cristin menyatakan siap mendatangi para korban untuk menyampaikan permohonan maaf jika data korban diberikan kepadanya, sebab pihaknya bukan dengan sengaja memberikan makanan yang tidak layak konsumsi kepada pelanggan.

“Jika polisi yang menangani kasus ini memberikan data atas sepengetahuan mereka, saya akan mendatangi korban untuk sampaikan permohonan maaf karena ini di luar dugaan,” sebutnya.

Cristin menyebutkan, Bakso Kota ini mulai beroperasi sejak 2017, dan saat ini mepekerjakan tenaga kerja sebanyak tujuh orang. “Tidak ada masalah yang tak terselesaikan. Semoga ini menjadi pembelajaran agar kami lebih berhati-hati,” sebutnya.

Sebagai pimpinan usaha itu, Cristin mengatakan tidak ingin usahanya ditutup karena banyak orang mengantungkan hidupnya pada usaha tersebut termasuk para pekerja. “Saat kejadian itu, saya lagi bertugas di Sabu Raijua. Setelah tiba saya langsung mendatangi Polres dan Balai POM untuk memastikan karena anak-anak yang bekerja memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya,” sebutnya.

Cristin menjelaskan bahwa pengelolaan makanan yang disajikan tidak seperti bakso pada umumnya karena sudah memiliki standar pelayanan khusus. Mulai dari proses pembelian bahan makanan sampai pada pengolahan dilakukan dengan baik.

“Jadi mie yang kami siapkan dikukus (Blensing) agar memudahkan kasir hitung dan pelanggan mudah mengambil karena sistem pelayanannya ambil sendiri. Setiap hari produksi mie indofood sebanyak 20-25 gulungan. Jika berkurang, diantisipasi dengan tambahan 10-15 gulungan lagi. Jika tidak laku maka tidak bisa digunakan lagi pada keesokan harinya karena gulungannya akan terbuka, dan ini pelanggan akan tahu. Begitu pula dengan gorengan,” bebernya.

Mengenai pengolahan daging, Cristin menyebutkan bahan baku daging dibeli dari penjual dan langsung dimol. Cristin menyatakan konsisten menjaga kualitas serta citra rasa ini dengan standar yang sudah diterapkan, jadi ketika ada penurunan bumbu dan lain-lainnya maka rasa akan berubah.

Terkait adanya informasi yang berdar di masyarakat bahwa Balai POM telah mengeluarkan uji laboratorium, dibantah Cristin. Memang sampel sudah diberikan penyidik ke Balai POM, namun hasilnya belum ada. “Informasi yang berseliweran bahwa ada formalin di mie dan lain-lain, namun saya tidak tahu ini hasil dapat dari mana, sedangkan hasil Balai POM belum keluar dan pengakuan penyidik pun sama,” sebutnya.

Akibat peristiwa ini, usaha Bakso Kota saat ini ditutup sementara oleh polisi karena sedang dalam tahap penyelidikan. Cristin berharap penyelidikan iini segera selesai dan diizinkan beroperasi lagi karena banyak orang menggantungkan hidup pada pekerjaan itu.

Untuk diketahui, empat anggota polisi yang bertugas di Ditlantas Polda NTT mengalami muntah-muntah usai mengonsumsi bakso di warung Bakso Kota akhir pekan lalu. Keempatnya diduga mengalami keracunan bakso sehingga mereka harus dirawat di RS Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang, dan sudah kembali ke rumah. Para korban keracunan makanan bakso ini masing-masing Ipda Sisilia Trisnawati, Brigpol Hony Bait, Brigpol Angel Kana, dan Brigpol Jimmy Riwoe.

Para korban mengonsumsi bakso di warung Bakso Kota yang berlamat di Jalan W. J. Lalamentik, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang sekitar pukul 12.30 wita. Setelah pulang ke rumah masing-masing, dalam waktu yang bersamaan, keempat anggota polisi ini muntah-muntah dan dan langsung dibawa ke IGD RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Benar, saya sempat dirawat d IGD Rumah Sakit Bhayangkara setelah makan bakso. Saya muntah-muntah,” ujar Brigpol Hony Bait saat dikonfirmasi Rabu (16/6).

Hal itu dibenarkan Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol Iroth Laurens Recky. “Iya anggota muntah-muntah setelah makan bakso,” ujarnya saat dikonfirmasi secara terpisah.

Tim medis RS Bhayangkara dan Bidang Dokkes Polda NTT pun langsung melakukan pemeriksaan food security di warung Bakso Kota tersebut. Dari hasil pemeriksaan diperoleh hasil yakni terdapat kandungan formalin yang tinggi pada mie kuning sebesar 0,8 miligram.

Kandungan nitrit sebesar 0,6 pada daging, dan saus sambal tomat. Kandungan formalin 0,25 pada daging.
Selain itu kandungan formalin sebesar 0,8 pada mie bakso goreng serta kandungan formalin 0,6 pada tahu bakso. Sampel makanan ini telah diamankan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Kabid Dokkes Polda NTT Kombes Pol dr. Sudaryono yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan kejadian itu. “Iya, beberapa hari lalu dan sudah ditangani pihak kepolisian,” tandasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top